Himbauan Dinas Kesehatan Tapteng, Salah Satunya Jangan Gonta-ganti Pasangan!

  • Whatsapp
Pemeriksaan Dinas Kesehatan Terkait Kasus HIV. (Foto: dok-istimewa)

SmartNews, Pandan – Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah (Tapteng) Nursyam mengatakan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyebab penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Menurut Nursyam, HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, berbagai infeksi lainnya menyerang tubuh.

Bacaan Lainnya

“HIV merusak dan menghancurkan sel CD4 pada tubuh, sehingga tubuh kesulitan melawan berbagai jenis infeksi, kanker, dan penyakit lainnya. AIDS merupakan kondisi penyakit kronis dari infeksi virus HIV,” kata Nursyam dalam keterangan tertulis yang diterima SmartNews, Jumat (26/7/2019).

Lanjut Nursyam, HIV dan AIDS merupakan masalah darurat global. “Berdasarkan data UNAID, tahun 2014 bahwa di seluruh dunia 35 juta orang hidup dengan HIV, dan 19 juta orang tidak mengetahui status HIV positif mereka. Di kawasan Asia, sebagian besar angka prevelensi HIV pada masyarakat umum masih rendah, yaitu lebih kecil dari 1%, kecuali di Thailand dan India Utara (Kementerian Kesehatan/Kemenkes, 2011),” ungkapnya.

Dijelaskan Nursyam, Epidemi HIV/AIDS juga menjadi masalah di Indonesia yang merupakan negara urutan ke-5 paling beresiko HIV/AIDS di Asia (Kemenkes, 2013).

“Berdasarkan Laporan Sistem Informasi HIV-AIDS dan IMS (SIHA) tahun 2017 Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (Ditjen P2P) Kemenkes, jumlah kasus HIV-AIDS cenderung meningkat di Indonesia.

Pada tahun 2015, kasus penderita HIV 30.935 orang dan AIDS 9.215 orang. Tahun 2016, kasus penderita HIV 41.250 orang dan AIDS 10.146, dan ada 2017, kasus penderita HIV meningkat menjadi 48.300 orang dan AIDS 9.280 orang,” bebernya.

Dia menjelaskan, bahwa Provinsi Sumatera Utara (Provsu) merupakan urutan 7 jumlah infeksi HIV yang dilaporkan per provinsi tahun 2017 di Indonesia.

Untuk jumlah kasus AIDS yang dilaporkan per provinsi tahun 2017 di Indonesia, Provsu urutan 14.

“Dari data kasus yang dilaporkan itu untuk kondisi Oktober-Desember 2017 bahwa penderita HIV Laki-laki 62% dan Perempuan 38%, sementara penderita AIDS Laki-laki 64% dan Perempuan 36%. Hal ini jelas kondisi yang sangat mengkhawatirkan baik dalam peningkatan kasus HIV/AIDS maupun penyebarannya,” paparnya.

Sementara itu, melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan Tapteng Ewiya Laili mengatakan bahwa di daerah Tapteng pada tahun 2017 ditemukan kasus baru HIV/AIDS sebanyak 27 orang terdiri atas laki-laki 18 orang dan perempuan 9 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Nursyam. (Foto: dok-istimewa)

Sementara pada 2018, kasus HIV/AIDS di Tapteng sebanyak 21 orang, terdiri atas laki-laki 9 orang dan perempuan 12 orang.

“Upaya yang kita lakukan melalui Dinas Kesehatan terkait dengan bahaya dan pencegahan HIV/AIDS adalah melalui sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat tentang HIV dan AIDS, screening HIV pada populasi kunci melalui tes atas Inisiatif Petugas Kesehatan (TIPK), melaksanakan Triple Eliminasi pada ibu hamil yaitu Tes Hepatitis, Sifilis, dan HIV, melaksanakan kolaborasi TB HIV, penyebaran media promosi tentang HIV melalui leaflet, brosur dan poster. Kita juga melakukan pendampingan Pasien Orang Dengan HIV AIDS atau ODHA,” kata Ewiya Laili.

Dinas Kesehatan Tapteng menghimbau kepada masyarakat agar mencegah HIV dan AIDS dengan ABCDE, dengan cara menjauhi hubungan seks bebas dan beresiko, atau tidak berhubungan seks saat jauh dengan pasangan.

Bersikap saling setia pada satu pasangan atau tidak gonta ganti pasangan. Cegah dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks (beresiko). Hindari pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Edukasi dan pelatihan tentang HIV/AIDS, Napza dan dampaknya.

“Hal ini perlu kita sampaikan untuk mewujudkan masyarakat Tapteng yang sehat, sebagaimana visi dan misi Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul yang tertuang pada RPJMD, khususnya misi ketiga yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat,” pungkasnya. (ril-s3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *