IRT Asal Tapteng Terhimpit Ekonomi “Pingin Anak Saya Itu Sekolah Pak, Kadang Menangis Saya”

  • Whatsapp
Sukmawati, Warga Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (Foto: SmartNews)

SmartNews, Tapteng – Miris mendengar pengakuan seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Ketika disambangi awak media di kediamannya, baru-baru ini, Sukmawati (48) lima orang anak ini bahkan tak kuasa menahan air matanya ketika menceritakan persoalan ekonomi yang membelit keluarganya.

Bacaan Lainnya

“Anak saya kan lima orang. Saya orang ndak mampu, sedangkan anak saya perlu mau sekolah untuk menimba ilmu pak. Tidak ada sampai sekarang bantuan, sentuhan dari pemerintah yang dapat kami pak, entah PKH modelnya. Jadi anak-anak saya pun mau dapat pendidikan jadi sulit. Sulit bagi saya menyekolahkan anak-anak saya sekarang,” kata istri Tajri Sianturi mengawali keluhannya kepada wartawan.

Sukmawati menerangkan, dari lima orang anaknya, tiga diantaranya telah bersekolah, dua SMP dan 1 SD.

Sementara anak keempat-nya bernama Amira Sianturi yang sudah sempat masuk PAUD, terpaksa berhenti lantaran tidak mampu membeli sepatu dan tas.

“Pingin anak saya sekolah pak. Kadang sedih saya, menangis saya. Kadang dalam hati, udahlah berhenti ajalah anak saya sekolah, saya tak mampu pak, pekerjaan suami ku pun hanya buruh bangunan, kadang ada kerjanya kadang gak ada,” lirihnya.

Menurutnya, kini baju seragam anaknya yang sekolah SMP sudah kekecilan. Dia pun sudah mulai kelimpungan untuk mencari uang mengganti seragam sekolah anaknya itu.

“Karena anak saya selalu mengeluh sebab ukuran baju seragam sekolahnya sudah kekecilan, seiring pertumbuhan badannya. Memang pihak sekolah memberi baju saat kelas satu SMP, tapi gak muat lagi dipakai anak saya,” tuturnya.

Meski begitu, dia mengaku ketiga anaknya belum putus sekolah hingga saat ini. Meksi harus terus berjibaku sekuat tenaga untuk mendapatkan biaya sekolah anak-anaknya.

“Dulu jualan saya masih banyak di sini (rumahnya,red). Lumayanlah bisa membantu suami saya. Tapi sekarang gak ada lagi. Kalau mengharapkan penghasilan suami saya, itupun hanya cukup makan saja, bagaimana lagi saya ke depan bisa menyekolahkan anak saya,” sebut wanita berhijab itu.

Sukmawati bersama Anaknya Amira Sianturi. (Foto: SmartNews)

“Itulah saya mikir ini, mohon bantuan, sentuhan dari pemerintah lah,” pintanya.

Sukmawati merupakan adik kandung Ali Akman yang mengalami gangguan jiwa setelah gagal menikah. Selama bertahun-tahun kakak kandungnya itu telah dikurung di gubuk di belakang rumah mereka. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *