oleh

Antoni Pasaribu Disambut Hangat di Paranginan

SmartNews, Humbahas – Bakal calon bupati (bacabup) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Antoni Pasaribu disambut hangat warga Kecamatan Paranginan.

Ratusan warga dari berbagai desa di kecamatan itu antusias dalam tatap muka yang dipusatkan di Desa Sihonongan, Kecamatan Paranginan, Sabtu (14/9/2019).

Dalam acara tatap muka sekaligus diskusi terbuka itu, masyarakat mengutarakan sejumlah problem pembangunan yang belum menyentuh masyarakat serta diskriminasi dari pemerintah. Dimana, di era kemajuan sekarang pembangunan jalan ke sentra pertanian masih ada yang belum terealisasi.

Dalam kesempatan itu, Japta Siburian menyampaikan, sebagai petani, di era kemajuan saat ini, mereka belum bisa menikmati pembukaan dan pembangunan jalan ke sentra pertanian di desanya. Padahal, melalui pertanian mereka bisa bertahan hidup dan membiayai kebutuhan keluarga.

“Sampai saat ini, masih ada pembukaan jalan pertanian yang belum terealisasi. Salahsatunya jalan ke sentra pertanian padi sawah di Sigual. Hampir semua petani Desa Sihonongan dan sekitarnya memiliki petakan sawah di Sigual. Namun karena akses jalan yang tidak memadai juga jaringan irigasi, areal pertanian itu jadi terbengkalai dan ditinggalkan sebagian warga,” ujarnya.

Untuk memproduktifkan kembali lahan tersebut, Japta berharap perhatian Antoni Pasaribu.

“Kami siap mendukung bapak Toni Pasaribu. Namun satu permintaan kami, jika terpilih jadi bupati, realisasikan pembukaan dan pembangunan jalan ke sentra pertanian khususnya Sigual yang saat ini sudah mulai ditinggalkan para petani,” pinta dia.

Warga lainnya, Lumba Siburian juga menaruh harapan kepada Antoni Pasaribu jika kelak terpilih sebagai bupati Humbahas. Pemuda ini memaparkan bahwa potensi pemuda Paranginan khususnya dalam olahraga tidak kalah dengan pemuda lainnya yang ada di Humbahas. Namun potensi tersebut seolah terkubur karena minimnya perhatian dari pemerintah.

Lebih lanjut dia menyampaikan, bahwa lahan pertanian yang diusahai secara turun temurun, secara tidak langsung sudah dirampas oleh pemerintah dan menjadi register 44. Karena Register 44 kami tidak bisa lagi memiliki alas hak atas lahan yang kami warisi dari nenek moyang kami.

“Kami tidak paham register, namun jika bapak Antoni terpilih, tolong kami dibantu memperjuangkan lahan yang telah diwarisi nenek moyang kami yang diusahai secara turun temurun,” ungkapnya.

Mendengar keluhan warga Paranginan, Antoni berjanji akan selalu hadir dan bersma masyarakat. Diapun menyampaikan bahwa kehadirannya ke Humbahas adalah karena cinta. Cinta membangun kampung halaman, setelah selama ini berkecimpung sebagai birokrasi ASN di Kementrian keuangan.

Toni pun menguraikan, setelah mengunjungi beberapa desa di setiap kecamatan dan berdiskusi dengan masyarakat di daerah itu, masih banyak yang perlu dibenahi. Dari sisi infrastruktur, keterampilan, tatakelola pemerintahan dan pendapatan per kapita dari masyarakat.

“Di daerah kita ini, peningkatan infrastruktur adalah penting, namun jauh lebih penting adalah peningkatan perekonomian masyarakat dengan cara meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat melalui ekonomi kerakyatan. Saya yakin, kita optimis dapat membangun Humbahas yang lebih baik,” pungkasnya. (AND)

Loading...

Komentar