Diserang DBD, Dinas Kesehatan Humbahas Lakukan Pengasapan

  • Whatsapp
Dinas Kesehatan Humbahas saat melakukan Fogging di Desa Sirisirisi. (Foto: AND)

SmartNews, Dolok Sanggul – Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD kembali menyerang warga di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Korban bernama Henri Simamora (30) dan Timoty Simamora (10), warga Desa Sirisirisi, Kecamatan Dolok Sanggul.

Untungnya, korban nyamuk berbahaya itu cepat ditangani, sehingga yang bersangkutan pulih kembali, setelah- sebelumnya sempat dirawat di RSUD Dolok Sanggul.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Humbahas, dr Binner Sinaga melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Harlan Sihombing saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, kemarin, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan korban DBD di daerah itu pada pekan lalu.

Untuk mencegah korban berikutnya, pihaknya telah melakukan pengasapan melalui fogging dari dinas kesehatan.

“Atas laporan adanya korban DBD di desa Sirisi-risi, kita langsung turun lapangan dan melakukan fogging di sekitar tempat tinggal korban. Selain itu kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk waspada DBD,” jelasnya.

Mantan direktur RSUD Dolok Sanggul ini menambahkan, bahwa sebelumnya pihaknya menemukan tiga kasus yang sama dan menjatuhkan tiga korban di daerah itu. Kejadian itu terjadi pada bulan Februari, Maret dan April 2019.

“Para korban tersebut adalah warga Desa Pargaulan, Desa Sibuntuon Partur dan Desa Tapian Nauli Kecamatan Lintong Nihuta. Setelah dilakukan perawatan di puskesmas setempat, ketiga korban itu sudah pulih kembali,” ujarnya.

Harlan memaparkan, sesuai dengan perubahan iklim, bahwa nyamuk aedes aegypti penyebab DBD sudah bisa berkembang di Humbahas. Dan itu dibuktikan dengan jatuhya korban dari tahun ke tahun.

Untuk pencegahan penyakit malaria itu, kata Harlan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan bersih dengan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur).

Lebih lanjut, sambungnya, bahwa nyamuk aedes aegypti penyebab DBD berkembang biak di genangan air bersih dan barang bekas di sekitar kita. Perkembangan nyamuk penyebab DBD itu juga sangat cepat yakni 7-8 hari.

Aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, dimana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari antara pukul 09 – pukul 12.00 WIB.

Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

“Bak air di sekolah hendaknya dikuras/dibersihkan sekali dalam tiga hari, selain itu mengubur barang bekas yang mungkin berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” tukasnya.

Dia juga mengakui bahwa, pelaksanaan fogging dari dinas kesehatan di daerah itu kurang optimal membasmi DBD. Namun dibutuhkan gerakan 3M dari masyarakat dapat membantu untuk mencegah DBD. (AND)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *