Operasi SAR Pencarian Warga yang Hanyut Terseret Arus Sungai Terkendala Cuaca

  • Whatsapp
Foto: Tim SAR saat Menuju Lokasi. (SAR Sibolga)

SmartNews, Tapteng – Upaya operasi SAR pencarian satu korban hilang yang terseret arus sungai di Dusun V Unteholing, Desa Sipakpahi, Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Minggu (27/10/2019), terkendala cuaca.

Demikian disampaikan Koordinator Pos SAR Sibolga, Harry Susanto menjawab SmartNews ketika dihubungi, Minggu malam.

Bacaan Lainnya

“Tadi saya bersama tim sudah bergerak menuju lokasi. Perjalanan sudah sekitar 5 Km. Namun sudah malam dan hujan deras. Sementara untuk sampai ke lokasi dari Kolang berjarak sekitar 12 Km. Kami putuskan melakukan operasi SAR besok pagi karena faktor cuaca,” kata Harry.

Menurut Harry, berdasarkan informasi yang ia peroleh, untuk sampai ke lokasi pencarian harus melewati jalan setapak.

“Jadi gini, nanti masuk ke perkampungan itu kemudian kita harus melewati jalan setapak untuk sampai ke lokasi pencarian. Jadi informasi yang kita dapat, semakin dalam sungainya itu semakin menyempit. Perahu pun gak bisa masuk,” jelas Harry.

“Besok kami akan menggunakan sepeda motor ke lokasi. Saya pun udah bawa Trail dari kantor,” sebutnya.

Lanjutnya, operasi SAR akan dimulai besok pagi, Senin (28/10/2019). “Untuk saat ini kami di Polsek Kolang menunggu besok pagi melakukan operasi SAR,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga warga hanyut terseret arus sungai di Dusun V Unteholing, Desa Sipakpahi, Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara pada, Minggu (27/10/2019).

Dua dari tiga warga yang hanyut, selamat. Sementara satu orang dinyatakan belum ditemukan. Informasi hanyutnya ketiga warga tersebut diperoleh SAR Sibolga dari personel Polsek Kolang.

Ketiga korban, Guntur Hutabarat (50), Purnomo Situmeang (25). Keduanya selamat. Satu orang lagi, Jaliman Situmeang (65) belum ditemukan hingga sore tadi. Ketiganya warga Dusun V Unteholing, Desa Sipakpahi Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Tapteng.

Awalnya ketiga korban diketahui pergi mencari kayu ke hutan pada Jumat 25 Oktober 2019.. Ketiga korban bermalam di hutan, dan kembali pada Minggu 27 Oktober 2019 dengan menyeberangi sungai.

Namun pada saat akan menyeberangi sungai, tiba-tiba air sungai meluap dan ketiga korban terseret arus yang deras. Kedua korban yang selamat selanjutnya melaporkan kejadian itu ke kepala desa. Kemudian melaporkannya ke Polsek Kolang. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *