oleh

8 Wanita yang Diamankan Itu Diperiksa Dinkes, Hasilnya Mencengangkan!

SmartNews, Tapteng – Dari delapan orang wanita rawan sosial (WRS) yang diamankan Satpol PP Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama kepolisian pada, Rabu (27/11/2019) dari kafe, 1 orang terindikasi HIV, dan 1 orang diduga pengguna narkoba jenis ganja.

Hal ini diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemeriksaan terhadap kedelapan WRS tersebut.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Tapteng, Fadriani Marbun, mengatakan, pihaknya melakukan rapid test terhadap kedelapan WRS itu. Kemudian dilanjut dengan pemeriksaan R2 dan R3 di RSUD Pandan serta fungsi hati dan ginjal.

“Jadi, hasil pemeriksaan terhadap delapan orang WRS yang ditertibkan oleh Satpol PP Tapteng, 1 orang terindikasi HIV, dan 1 orang pemakai ganja,” ungkap Fadriani dalam keterangan tertulis Kominfo Tapteng, Jumat (29/11/2019).

Biasanya, lanjut Fadriani, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya, tidak jauh beda dengan hasil di rumah sakit.

“Keakuratan hasilnya tetap kita dapatkan dari RSUD Pandan, serta penegakan diagnosa oleh dokter,” jelasnya.

Dia menyampaikan, setelah dinas kesehatan mendapat hasil tes pemeriksaan, selanjutnya, pihaknya melakukan pemeriksaan ke dokter penyakit dalam.

Baca Juga :
Camat Pandan Terapkan Absensi Dengan Sistim Finger Print

“Untuk pemeriksaan keseluruhan, kita bawa ke RSU Sibolga. Yang sekarang terdeteksi HIV tidak warga Tapteng. Warga Padangsidimpuan. Kita tidak lakukan pengobatan. Mereka (WRS) diserahkan ke Parawasa, dan pihak Parawasa akan mengembalikan ke daerah asal domisili masing-masing untuk dilakukan pengobatan,” paparnya.

“WRS yang belum terdeteksi HIV pada saat ini, belum tentu aman. Bisa jadi virus HIV sudah ada, tapi belum bisa terbaca oleh rapid test yang digunakan. Ini disebut Windows Periode (Masa Jendela), dimana kondisi virus belum aktif pada waktu kita deteksi. Biasanya windows periode memiliki jangka waktu satu hingga enam bulan, bahkan 1 tahun, jika kondisi imunitas pasien masih baik,” ungkapnya.

Dia menyarankan kepada WRS yang hasil pemeriksaan non reaktif untuk melakukan pemeriksanaan HIV setiap bulan hingga 6 bulan ke depan ke Puskesmas terdekat, agar kondisi kesehatannya dapat terpantau.

Sebelumnya, Satpol PP Tapteng dibantu personel Polsek Manduamas, mengamankan delapan wanita rawan sosial (WRS) dari 2 kafe berkedok prostitusi di Kecamatan Manduamas pada, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga :
Awal Tahun 2018, Kejatisu Jadwal Ulang Pemanggilan Syarfi Hutauruk dan Darwin Sitompul

Kepala Satpol PP Tapteng, Jontriman Sitinjak melalui Kabid Satpol PP, Panuturi Simatupang menjelaskan, penertiban tempat-tempat usaha maksiat di daerah itu sesuai dengan instruksi bupati. Tujuannya, untuk pembinaan dan melindungi para wanita dari kondisi rawan sosial atau WRS.

“Dari dua tempat yang kita razia, 4 orang WRS dari kafe BM, 4 WRS lainnya dari kafe M. Semuanya di kecamatan Manduamas,” ujar Panuturi.

Menurut Panuturi, dari delapan WRS yang diamankan, mereka mengaku ada datang dari luar daerah, seperti Medan dan Padangsidimpuan. Ada juga warga Tapteng.

“Itu pengakuan mereka. Selanjutnya akan diperiksa kejelasan identitasnya di Dinas Dukcapil,” katanya.

Menurutnya, penertiban yang gencar dilakukan di daerah itu, tercatat 973 usaha milik warga yang diduga berbau maksiat, telah tutup.

“Bupati Tapteng minta seluruh tempat-tempat yang berbau maksiat harus ditutup,” jelasnya.

Terpisah, Kadis Sosial Tapteng, Parulian Sojuangon Panggabean, melalui Sekretaris Maharni Sitompul, telah menerima kedelapan WRS itu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kini, para WRS itu ditempatkan di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Tapteng di RSUD Pandan.

Baca Juga :
Polres Sibolga Perketat Penjagaan Pascabom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

“Sebelum kita kirim ke Parawasa Berastagi, kedelapan WRS tersebut diberikan pembinaan rohani. Kita harapkan mereka (WRS) dapat kembali ke jalan yang benar, dan tidak lagi berkecimpung dan terlibat prostitusi,” katanya.

Dia menerangkan, hasil penertiban terhadap tempat-tempat berbau maksiat yang gencar dilakukan Satpol PP Tapteng, sedikitnya 250 telah dibina pihaknya. “Seluruhnya sudah kita kirim ke Parawasa Berastagi,” pungkasnya. (red)

Loading...

Komentar