Aksi Bersih-bersih Pascabanjir Menerjang Barus

  • Whatsapp
Foto: Petugas Gabungan Melakukan Pembersihan Sisa Banjir di Barus, Tapteng, Sumatra Utara. (Foto: Dok/Istimewa)

SmartNews, Barus – Pascabanjir bandang menerjang Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, pada Selasa (28/1/2020) lalu, petugas gabungan membersihkan sisa banjir seperti kayu, sampah dan lumpur di pemukiman warga yang terdampak, akibat meluapnya sungai aek Sirahar, pada Selasa (28/1/2020) lalu.

Petugas gabungan terdiri dari Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Damkar Tapteng dan Sibolga, Brimob, Polres Tapteng, Kodim 0211/TT, Yonif 123/Rajawali. Mereka melakukan pembersihan di pekarangan sekolah tempat ibadah, perkantoran serta pemukiman warga.

Bacaan Lainnya

“Kita minta seluruh Satgas yang tergabung dalam posko tanggap darurat bencana alam beserta jajaran untuk membantu korban terdampak banjir dan longsor, serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Rabu (5/2/2020).

Kepada petugas gabungan, Bupati Bakhtiar juga minta agar mengimbau masyarakat tetap waspada dan menyatakan siaga.

“Mengingat cuaca ekstrim saat ini, kepada seluruh personil posko tanggap darurat tetap waspada serta selalu siap dan cepat untuk memberikan bantuan dan evakuasi terhadap masyarakat,” pinta Bakhtiar.

Sementara itu, Kepala BPBD Tapteng Safaruddin Ananda Nasution, menjelaskan, TNI Polri, BPBD dan Damkar Tapteng, serta Damkar Sibolga bersama para guru bergotong royong membersihkan sekolah terdampak banjir, diantaranya di Sekolah MIN 1 Barus, MAN 1 Barus.

“Gotong royong pembersihan juga dilaksanakan di sekolah MIS 1 Batu Gerigis, Madrasah Ibtidaiah/SD NU Kampung Mudik. Dinas Kesehatan Tapteng juga melaksanakan fogging di pemukiman warga, pasar, dan lainnya di Kecamatan Barus serta pemberian kaporit,” jelasnya.

Dia mengatakan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kementerian Kesehatan KUPT Kelas I Medan juga memberi support bantuan kaporit, masker, plastik wadah.

“Dinas Kesehatan Tapteng juga mengadakan kaporitisasi untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat pasca bencana alam banjir dan longsor,” ujarnya. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *