Lagi, Pemkab Tapteng Berhentikan Oknum PNS Terlibat Narkoba

  • Whatsapp
Foto: Kepala BKD Tapteng Yetty Sembiring. (Ist)

SmartNews, Pandan – Pemkab Tapanuli Tengah kembali memberhentikan satu orang oknum ASN yang terlibat narkoba. Hal itu menjadi bukti keseriusan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk memerangi narkoba di daerahnya.

Keseriusan memerangi bahaya narkoba sudah ditunjukkan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Darwin Sitompul. Diawal pemerintahannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah tahun 2017 lalu, seluruh ASN dan pegawai honor Pemkab Tapteng sudah membuat surat pernyataan siap mundur jika terbukti terlibat narkoba.

Bacaan Lainnya

Kemudian pada tahun 2019, Bupati mengeluarkan peraturan Bupati nomor 47 tahun 2019 tentang penegakan disiplin PNS tentang narkoba.

Baru-baru ini, satu orang oknum ASN berinisial AS (39) telah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dari ASN. Sebab sebelumnya AS diamankan petugas Satuan Narkoba Polres Tapteng karena terlibat narkoba.

Kepala BKD Tapteng Yetty Sembiring mengungkapkan, terhadap kasus itu Pemkab Tapteng telah menggelar rapat tim penegakan disiplin yang diketuai Sekda, yang di dalamnya terlibat BKD, Inspektur, Bagian Hukum, Asisten III, Kabag Umum.

Menurut Yetty, sesuai hasil rapat penegakan disiplin Pemkab Tapteng itu diputuskan yang bersangkutan AS (39), diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dari ASN.

“Jadi tidak ada tawar menawar kalau berkaitan dengan narkoba. Dan pak Bupati cukup tegas dengan komitmen itu. Dan sesuai dengan surat pernyataan yang ditandatangani yang bersangkutan, maka sanksi disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri kepada AS (39) diberlakukan. Karena tim sudah mengecek semua bukti-bukti dari Polisi dan juga hasil tes urine yang menyebutkan dia (AS) positif menggunakan narkoba,” kata Yetty kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Kepala BKD Tapteng itu pun mengimbau kepada seluruh ASN Pemkab Tapteng dan juga pegawai honor agar berhati-hati dan jangan menyentuh barang haram tersebut.

“Kasihi keluarga anak istri/suami saudara, dan jangan coba-coba yang namanya narkoba, karena kita sudah membuat surat pernyataan. Selain itu juga, ASN yang diberhentikan karena terlibat narkoba tidak dapat pensiun. Coba anda bayangkan dan renungkan betapa beratnya sanski yang sudah kita sepakati itu. Dan saya juga beserta pimpinan SKPD yang lain juga membuat surat pernyataan yang sama. Sekali lagi kami himbau agar jauhi diri kita dari narkoba, karena tiada maaf untuk narkoba,” imbaunya.

Dia juga mengungkapkan, ini merupakan kasuys kedua oknum ASN yang diberhentikan karena terlibat kasus narkoba.

“Ini adalah kasus yang kedua. Dan tes urine terhadap ASN dan pegawai honor tetap dilakukan, hanya saja kapan waktunya tidak perlu kami sampaikan,” Yetty menambahkan. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *