Pelajar SMP di Humbahas Itu Ditenggelamkan di Parit, Duburnya Ditusuk Pakai Kayu

  • Whatsapp
FOTO: Tersangka Dibawa Polisi ke Lokasi Pembunuhan Dimpu Munthe.

SmartNews, Tapanuli – Pelajar SMP bernama Dimpu Munthe (12) yang ditemukan tewas di areal perladangan sawah Parsambilan Dusun Siambaton Desa Sirisi risi, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara pada, Kamis (2/4/2020), diduga dibunuh.

Pascakejadian itu, Polres Humbahas melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi, yakni abang kandung korban Jakob Munthe. Kemudian Parlaungan Munthe dan Rijois Munthe.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan tertulis Polres Humbahas, Sabtu (4/4/2020) pelaku diduga JM (32) warga Lumban Payung Desa Bonanionan, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbahas.

Tersangka telah diamankan, berdasarkan Surat Perintah Penahanan: No: SP.Han/16/IV/2020/Reskrim, tanggal 03 April 2020.

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Paur Subbag Humas, Bripka Syawal Lolobako menjelaskan, peristiwa ini diketahui berawal dari kecurigaan abang kandung korban Jakob Munthe, lantaran korban belum pulang ke rumah sejak siang.

“Sekitar pukul 18.30 WIB, Jakob Munthe mencari-cari keberadaan Dimpu Munthe, dan kemudian ditemukan meninggal sekitar pukul 19.00 WIB,” kata Bripka Syawal Lolobako.

“Saat ditemukan, terdapat luka memar di bagian wajah sebelah kanan, bibir dalam dan luar terluka. Telinga korban juga mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Setelah korban ditemukan, Jakob Munthe bersama warga lainnya membawa jasad korban ke rumah duka di Lumban Siambaton Desa Sirisi risi, Kecamatan Dolok Sanggul.

Selanjutnya oleh keluarga korban memberitahukan kepada Kepala Desa Sirisi risi, dan kemudian disampaikan ke Polres Humbahas.

Mendapat informasi tersebut, petugas gabungan Polres Humbahas dan Polsek Dolok Sanggul tiba di rumah duka pukul 19.30 WIB.

“Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD Dolok Sanggul guna pemeriksaan awal. Setelah itu jasad korban pada malam hari itu juga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh Polisi dari Ana Br Munthe, kakak korban. Awalnya, pada pukul 14.00 WIB, korban permisi hendak memancing.

Saat itu, tersangka datang dari perladangan belakang rumahnya menuju ke arah perladangan Parsambilan Lumban Siambaton Desa Sirisi risi. Saat korban asyik memancing, tersangka lantas menemui korban dan menegurnya.

“Marhua ho! (Ngapain kau)?,” tanya tersangka. “Makkail (memancing),” jawab korban saat itu.

Selanjutnya tersangka ingin meminjam pancing milik korban. “Pinjam jo hail mi (pinjam dulu pancingmu),” kata tersangka.

Namun saat itu, kata Bripka Syawal, korban menjawab dengan kalimat yang membuat tersangka tersinggung.

“Nion Ba** (Ini Ba**),” kata Syawal menirukan penjelasan tersangka kepada penyidik.

“Mendengar jawaban korban, tersangka sakit hati dan langsung menampar wajah korban dan telinga sebelah kanan sekuat tenaga. Kemudian menyekik leher korban, setelah itu mengambil sebatang kayu dengan ukuran 25 cm diameter 3 cm menusukkannya ke dubur korban, lalu tersangka mengangkat korban ke parit berlumpur dengan kedalaman air 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa dan menenggelamkannya dengan posisi korban ke arah bawah sampai tidak bernyawa lagi di parit tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, berdasarkan hasil visum et repertum autopsi Dimpu Munthe, ditemukan juga luka pada dubur korban.

“Akibat luka tersebut, Sementara korban juga diduga disodomi pelaku. Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit di Medan, Jumat (3/4/2020),” pungkasnya.

 

Editor: Syahuan Situmorang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *