Berburu Makhluk Misterius di Siborong-borong, Bupati Taput Siapkan Rp 10 Juta

  • Whatsapp
FOTO: Warga Mencari Jejak Makhluk Misterius yang Menyerang Ternak Warga di Siborong-borong, Taput.

SmartNews, Tapanuli – Bupati Taput Nikson Nababan berjanji akan memberikan hadiah uang tunai Rp 10 juta kepada siapa saja yang mampu menangkap makhluk misterius penghisap darah yang menyerang ratusan ternak warga Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Sumatera Utara (Sumut).

Bupati Taput mengatakan, hadiah diberikan bagi perseorangan maupun tim yang berhasil menangkap makhluk tersebut, hidup atau mati.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Bupati Nikson Nababan menanggapi munculnya peristiwa makhluk misterius penghisap darah ratusan hewan ternak yang menggegerkan warga.

Terkait peristiwa itu, Nikson Nababan mengaku prihatin terutama bagi warga yang mengalami kerugian materil atas peristiwa menghebohkan itu.

Lanjutnya, Pemkab Taput belum bisa memberikan semacam kompensasi atau ganti rugi kepada warga sebelum diketahui dengan pasti apa sebenarnya yang terjadi di desa tersebut.

“Kalau dalam bentuk kompensasi belum tepat lah ya, kan belum tahu kita apa sebenarnya yang terjadi. Namun bagi siapa saja yang berhasil menangkap makhluk misterius itu, baik perorangan maupun tim akan diberikan hadiah Rp 10 juta,” terang Nikson dikonfirmasi SmartNews, Tapanuli, Minggu (21/6/2020).

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, ratusan ternak milik warga mati diserang makhluk misterius dengan cara menghisap darah ternak, namun tidak memakan bangkainya.

Kepala Desa Pohan Tonga, Walben Siahaan, mengatakan peristiwa tersebut sudah terjadi sejak tiga hari belakangan.

“Sudah ratusan ternak yang mati. Ada ayam, bebek dan babi. Herannya makhluk misterius itu hanya menghisap darah namun tidak memakan bangkainya. Sampai saat ini kita masih berusaha mencari keberadaannyanya,” katanya.

Sejumlah warga pemilik ternak yang mati juga mengungkapkan kegelisahannya atas peristiwa itu. Makhluk misterius itu diduga tidak mengenal waktu siang atau malam hari menyerang ternak mereka.

Saut Simanjuntak, salah seorang warga yang mengalami kerugian paling banyak mengaku sudah kehilangan lebih dari 200 ekor ayam.

Belum lagi bebek dan belakangan ternak babinya juga tak luput dari serangan makhluk misterius tersebut.

“Kalau soal kerugian materi, sudah pasti banyak lah, ayam saya saja sudah lebih dari 200 ekor yang mati, bebek juga banyak. Tapi yang paling mengenaskan ternak babi pun ikut mati,” ungkapnya dan berharap masalah itu bisa segera teratasi. (red_mbd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *