Sudah 15 Orang Terkonfirmasi Positif Corona di Tapteng

  • Whatsapp
FOTO: Ilustrasi Corona. (Foto: Pixabay)

SmartNews, Tapteng – Sudah 15 pasien dinyatakan positif Corona (Covid-19) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut).

Data ini sebagaimana dilansir dari laman covid19.tapteng.go.id, Minggu (26/7/2020). Dari jumlah itu, 3 orang pasien dinyatakan sudah sembuh, 2 pasien meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, sumber data sebaran Covid-19 ini adalah Dinas Kesehatan Tapteng per tanggal (25/7/2020) hingga pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi pers nya dengan wartawan di rumah dinasnya di Kota Sibolga menyampaikan, bahwa ada empat tenaga medis yang sehari-hari bertugas di RSUD Pandan positif Covid-19.

Dari jumlah itu, tiga dokter dan satu orang bidan. Mereka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab TCM dari RSU Tarutung, Tapanuli Utara (Taput), pada Sabtu (25/7/2020).

Keempat tenaga medis tersebut adalah, dr MS (42), jenis kelamin laki-laki, dr SK, (27) perempuan, drg AWP (40) laki-laki, dan LFS, Am.Keb, (28) jenis kelamin perempuan.

“Setelah adanya pasien positif Covid-19, dilakukan pengecekan terhadap 21 orang tenaga medis dan 1 pegawai BPJS Kesehatan yang bertugas di RSUD Pandan. Sesudah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab ke laboratorium RSUD Tarutung,” kata Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Berdasarkan hasil pemeriksaan swab, sebanyak empat tenaga medis dinyatakan positif dan sudah dilakukan karantina di bawah pengawasan ketat oleh Dinas Kesehatan Tapteng dan RSUD Pandan.

“Saat ini keempat tenaga medis kita itu dalam kondisi sehat, dan mari kita doakan agar cepat pulih,” jelas Bakhtiar didampingi Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Kadis Kesehatan Hj Nursyam, Kepala BPPD Saffaruddin Ananda Nasution, dan Direktu RSUD Pandan, dr Rikky Harahap.

Screenshot.

Bupati juga menyampaikan, pihaknya akan berpikir ulang untuk mengirim pasien ke Medan. Kalau masih ada peluang dan diberikan kesempatan bisa ditangani di RSUD Tarutung, maka akan memilih RSUD Tarutung.

“Bahkan kami akan berusaha agar pasien Covid-19 bisa ditangani di RSUD Pandan tidak usah dirujuk ke mana-mana. Karena saya selaku Bupati bisa langsung mengecek pelayanannya,” tegasnya.

Kepada para tenaga medis, Bupati juga menekankan, bahwa menolong keselamatan masyarakat adalah harga mati, namun keselamatan diri tenaga medis dan keluarga juga adalah harga mati.

“Jangan karena semangat melayani masyarakat tidak memikirkan keselamatan diri sendiri, sehingga tidak menggunakan APD untuk menangani pasien. Wajib pakai masker, gunakan sarung tangan, helm penutup. Dan kalau curiga terhadap pasien tersebut gunakan APD lengkap demi keselamatan,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *