Gelar Budaya dan Kenduri Bersih Desa, Bupati Tapteng Distribusikan 15 Ton Beras

  • Whatsapp
Gelaran Budaya dan Bersih Desa di Tapteng Dihadiri Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul sert Ketua DPRD.

SmartNews, Tapteng – Warga Kecamatan Sirandorung memperoleh bantuan 15 ton beras untuk didistribusikan kepada 1.500 kepala keluarga (KK).

Selain itu, ada 4 keluarga di Desa Bajamas mendapat bantuan program bedah rumah masing-masing Rp35 juta.

Bacaan Lainnya

Rinciannya, 450 KK di Desa Pardomuan, 600 KK di Kelurahan Bajamas, 200 KK di Desa Mas Nauli, kemudian 250 KK tersebar di Desa Muara Ore, Sigodung, Siodang, Simpang Maruhur, Simpang 3 Lae Bingke.

Bantuannya diserahkan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakil Bupati, Darwin Sitompul bersama Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu di acara Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa di Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung, pada Senin (10/8/2020).

Gelaran budaya dan kenduri bersih desa dipandu sesepuh tokoh adat Jawa setempat Sosmo Rejo.

Sebelumnya, Bupati Tapteng bersama rombongan disambut dengan salawat oleh tim Marawis dan tarian kuda lumping Kridobudoyo.

“Bantuan ini murni bersumber dari saya pribadi, wakil bupati, ketua, dan anggota DPRD Tapteng, serta bantuan dari CSR perusahaan PT Nauli Sawit dan dari PT Trans Continent, bukan dari APBD Tapanuli Tengah,” ungkap Bakhtiar.

Dia menjelaskan, pembangunan untuk program bedah rumah kepada 4 warga kurang mampu di Kelurahan Bajamas, dengan masing-masing Rp35 juta direncanakan pada September 2020.

Bakhtiar mengakui, pagelaran budaya dan kenduri bersih desa merupakan suatu kebanggan. Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi pihaknya untuk terus bekerja membangun Tapteng menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kegiatan seperti ini harus dilestarikan, karena ini adalah tradisi dari para leluhur dan menjadi penyemangat untuk mempererat persaudaraan di antara sesama anak bangsa.

Harus dipastikan, bahwa Tapanuli Tengah ini kuat dengan persaudaraan dan persatuan, walaupun beda agama, beda suku, dan beda bahasa.

“Saya salut, persatuan dan kesatuan masyarakat di Kelurahan Bajamas ini sungguh luar biasa. Saya suku Batak, bukan suku Jawa. Tetapi saya datang ke tempat orang Jawa diladeni dengan baik, demikian sebaliknya, ketika saudara datang ke rumah saya, tentu saya ladeni dengan baik,” kata Bakhtiar.

Dia juga berpesan, masyarakat jangan mau diadu domba dan dipecah belah. Saat ini ada orang terus berusaha membenturkan masyarakat, seolah-olah dirinya terzolimi, dan disebar di media sosial.

“Kita pastikan kepada mereka, sebelum Tuhan murka kepadanya bahwa kita masyarakat Tapanuli Tengah tidak bisa diadu domba dan dipecah belah dengan isu SARA,” jelasnya.

Katanya lagi, sebagai putra asli daerah, mereka lahir dan besar di Tapteng. Tentunya, punya keyakinan dan kemampuan meningkatkan pemerataan pembangunan.

“Baik pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi, demi terwujudnya masyarakat Tapanuli Tengah yang sejahtera,” ujarnya.

FOTO: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Rombongan Disambut di Lokasi Acara.

Jalan ini sebelumnya hancur lebur, sekarang sudah mulus. Sejak 1983 yang lalu, jalan ini belum pernah diaspal. Sekarang sudah dihotmix dan sudah bisa tembus ke Kecamatan Manduamas.

“Kemudian, Jalan Banyuwangi yang berada di Kelurahan Bajamas ini, kami pastikan tahun depan akan kita hotmix sepanjang 2 kilometer,” ujarnya.

Infrastruktur jalan akan terus dikebut, termasuk infrastruktur jalan ke tempat wisata yang merupakan warisan bupati sebelumnya juga telah diperbaiki.

Total jalan yang harus dikerjakan itu lebih kurang 430 km. Sedangkan yang sudah dikerjakan 230 km. Tahun depan targetnya 60 km, itu nanti sudah masuk Jalan Provinsi.

“Kita pastikan Jalan Provinsi sudah hotmix semua, karena sudah ada perwakilan kita di DPRD Sumatra Utara, yakni abang saya Rahmansyah Sibarani,” jelas Bakhtiar. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *