Duh, Dampak Corona, 13 Negara Bakal Nyusul Masuk Jurang Resesi

  • Whatsapp
FOTO: Pixabay.

SmartNews, Tapanuli – Sebanyak 14 negara telah masuk ke jurang resesi karena ekonominya terdampak virus Corona. Dan sebanyak 13 negara lagi diprediksi bakal ikut menyusul resesi.

Ke 13 negara yang akan menyusul tersebut yakni, Lebanon, Ukraina, Slovakia, Portugal, Republik Ceska, Tunisia, Austria, Belgia, Finlandia, Latvia, Lithuania, Meksiko, Belanda.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, 14 negara yang sudah mengalami resesi ialah Amerika Serikat (AS), Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Polandia, Jerman, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Jepang.

Resesi adalah kondisi produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif selama dua kuartal berturut-turut. Bila dalam kuartal berikutnya ekonomi tetap negatif, maka resesi berlanjut.

Sebuah negara berhasil keluar dari resesi ketika ekonominya sudah bisa tumbuh positif lagi.

Sebagaimana detikcom mengutip CNBCIndonesia, pada Rabu (19/8/2020), inilah daftar 13 negara yang diprediksi akan menyusul resesi:

1. Lebanon

Pertumbuhan ekonomi Lebanon pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi minus 5,0%, sedangkan pada kuartal I-2020 mengalami kontraksi minus 4,0%. Dengan begitu, Lebanon mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut.

2. Ukraina

Perekonomian Ukraina mengalami pertumbuhan minus 11,4% pada kuartal II-2020. Hal ini menandakan ekonomi Ukraina berada di zona negatif dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal I-2020 mengalami kontraksi minus 1,3%.

3. Slovakia

Pertumbuhan ekonomi Slovakia juga mengalami kontraksi minus 12,1% di kuartal II-2020. Sementara pada kuartal I-2020, ekonomi negara ini kontraksi minus 3,7%. Dengan begitu, Slowakia mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut.

4. Portugal

Perekonomian negeri kelahiran Cristiano Ronaldo ini terkontraksi minus 16,3% pada kuartal II-2020, dengan begitu perekonomian Portugal mengalami kontraksi dua kuartal secara berturut-turut setelah pada kuartal I-2020 minus 2,3%.

5. Republik Ceska

Sementara perekonomian Republik Ceska terkontraksi minus 10,7% pada kuartal II-2020, kontraksi ini lebih dalam dibandingkan kuartal I-2020 yang minus 2,0%. Dengan begitu, Republik Ceska dua kali kontraksi berturut-turut.

6. Tunisia

Perekonomian Tunisia pada kuartal II-2020 tercatat minus 21,6% atau sangat dalam dibandingkan dengan realisasi kuartal sebelumnya yang berada di level minus 1,7%. Dengan begitu, Tunisia mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut di tahun 2020.

7. Austria

Perekonomian Austria juga mengalami kontraksi dalam pada kuartal II-2020, yaitu berada di level minus 12,8% atau lebih dalam dibandingkan kuartal I yang minus 2,8%. Dengan begitu, Austria mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut di tahun 2020.

8. Belgia

Pertumbuhan ekonomi Belgia pada kuartal I-2020 minus 2,8%, sementara pada kuartal II tahun ini lebih dalam kontraksinya yaitu minus 14,5%. Dengan begitu, Belgia mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut di tahun 2020.

9. Finlandia

Pertumbuhan ekonomi Finlandia pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi lebih dalam lagi, yaitu minus 4,9% dibandingkan dengan kuartal I tahun ini yang berada di level minus 1,1%. Dengan begitu, Finlandia mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut di tahun 2020.

10. Latvia

Pertumbuhan ekonomi Latvia juga mengalami kontraksi minus 9,8% di kuartal II-2020. Sementara pada kuartal I-2020, ekonomi negara ini kontraksi minus 1,5%. Dengan begitu, Latvia mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut.

11. Lithuania

Perekonomian Lithuania juga mengalami kontraksi minus 3,8% di kuartal II-2020. Sementara pada kuartal I-2020, ekonomi negara ini kontraksi minus 2,4%. Dengan begitu, Lithuania mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut.

12. Meksiko

Negara berkembang Meksiko tercatat perekonomiannya terkontraksi dua kuartal secara berturut-turut. Di mana pada kuartal I-2020 minus 1,4% dan pada kuartal II tahun ini minus 18,9%.

13. Belanda

Pertumbuhan ekonomi negeri kincir angin ini juga terkontraksi dua kuartal berturut-turut di tahun 2020, yaitu pada kuartal I-2020 minus 0,2% dan pada kuartal II minus 9,3%. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *