Triyadi: Siapapun yang Buat Rusuh Pilkada Sibolga Berhadapan dengan TNI-Polri

  • Whatsapp
FOTO: Polisi sedang Menghadapi Massa yang Sedang Terjadi Keributan. (Foto: Dojk_Istimewa)

SmartNews, Sibolga – Petugas gabungan berupaya meredam emosi massa di Lapangan Simaremare, Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), Kamis (27/8/2020).

Rupanya, aksi itu merupakan simulasi pengamanan kota (Sispamkota) yang digelar kepolisian dalam rangka pengamanan Pilkada Wali Kota/Wakil Wali Kota Sibolga tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, dalam simulasi ini dikerahkan kendaraan motor Patroli Sabhara dan Kodim 0211/TT.

Mobil patroli Sat Lantas Polres Sibolga, Sat Sabhara, Kodim 0211/TT dan mobil patroli Satpol PP. Selanjutnya mobil ambulans Dinas Kesehatan dan ambulans Brimob Yon C, dan kendaraan lainnya termasuk 2 unit Water Canon.

“Pada simulasi ini diasumsikan menjelang Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga tahun 2020, kepolisian bersama dengan instansi yaitu TNI, Brimob Yon C, Pemko Sibolga dalam hal ini dari Satpol PP melaksanakan patroli skala besar di wilayah Kota Sibolga,” terang Sormin, kemarin.

Berikut jalannya simulasi yang digelar

Dijelaskan, simulasi II (massa calon Wali Kota X bertemu dengan massa Calon Wali Kota Y di kampung massa pendukung fanatik pendukung calon Wali Kota Y).

Massa bergerak dari salah satu pendukung Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota berangkat menuju tempat kampanye dengan menggunakan mobil pick up dan dikawal mobil Vorides Sat Lantas dan saat melintas di kampung X terjadi aksi saling ejek dengan kelompok lain sehingga terjadi keributan.

Pada saat itu terlihat Personil Sat Lantas melakukan pengaturan agar massa yang akan datang tidak menyebabkan kemacetan arus lalin.

Personil Raimas Sat Sabhara melakukan patroli ke daerah X dan melihat ada terjadi keributan dan selanjutnya menghampiri dan mengimbau massa, selanjutnya massa berhasil ditenangkan dan massa bergerak untuk melaksanakan kampanye.

Simulasu III, (keributan terjadi saat calon Wali Kota X kampanye di lokasi kampanye). Massa pendukung Paslon melakukan giat kampanye dengan membawa alat peraga kampanye. Personil yang melakukan pengamanan stand by di lokasi kampanye.

Massa berteriak menyampaikan yel-yel dan dukungannya, sementara Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyampaikan pidato pidato politiknya.

Pada saat Paslon menyampaikan pidato politiknya telah ada penyusup dalam kerumunan massa provokator yang membuat keributan dengan melakukan pelemparan.

Tidak terima dengan hal tersebut, massa pendukung sehingga terjadi kericuhan, kemudian KA Posko melaporkan situasi dengan HT kepada Kabag Ops untuk diturunkan Pleton Dalmas, tim negosiator dan anti bandit.

Karena situasi tidak kondusif maka personil Pamkat mengamankan Paslon menuju mobil escave dan membawanya pergi dari lokasi kampanye.

Dalmas awal, tim negosiator berhasil menenangkan massa dan tim anti bandit berhasil mengamankan provokator.

Simulasi VI, (Pemungutas Suara di TPS), Personil Pam dari Polres Sibolga di TPS bersama Linmas di lokasi TPS.

Kemudian Ketua dan Anggota KPPS sudah berada di TPS untuk menyiapkan administrasi dan selanjutnya masyarakat memberikan hak suaranya di TPS.

Setelah pungut suara selesai dilaksanakan, selanjutnya dilakukan perhitungan suara oleh KPPS disaksikan oleh saksi-saksi dan pada saat perhitungan terjadi keributan dari salah satu saksi karena tidak terima dengan petugas KPPS yang dianggap adanya kecurangan dan menghubungi rekan provokatornya sehingga lokasi TPS tidak kondusif.

Tim Raimas yg melaksanakan patroli menuju TPS yang ada keributan dan menenangkan massa dan menghimbau kepada saksi agar tidak membuat keributan.

Setelah situasi kondusif, KPPS melanjutkan perhitungan suara dan setelah selesai surat suara dimasukkan ke kotak suara kemudian dibawa ke PPK yang dikawal oleh personil Pam TPS dan Linmas.

Namun saat diperjalanan tiba-tiba kotak suara dihadang oleh OTK dan berusaha menyerang KPPS dan marampas kotak suara.

Kemudian Personil Pam TPS berusaha mempertahankan kotak suara sehingga terjadi perkelahian dengan OTK.

Personil Pam TPS melaporkan kejadian tersebut kepada KA Posko, dan melaporkan situasi kepada Kabag Ops dengan HT, selanjutnya memerintahkan Kasat Sabhara dan Kasat Reskrim untuk menurunkan Personil TRC dan Tim Anti Bandit, selanjutnya melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap OTK.

Kemudian OTK berhasil dilumpuhkan, selanjutnya menyerahkan Kotak Suara ke PPK.

Simulasi V, (Rapat Pleno di Kantor KPU Sibolga) berdasarkan Kirka Intelijen akan terjadi kerusuhan di Kantor KPU Sibolga.

Massa berkumpul sejak pagi di Kantor KPU Sibolga.

KPU Sibolga akan mengumumkan hasil penghitungan suara yang akan dihadiri oleh KPU dan pejabat terkait.

Selanjutnya setelah selesai Rapat Pleno KPU Sibolga membuat berita acara penghitungan suara dan dibagikan kepada seluruh yang hadir karena merasa tidak senang calon Wali Kota kata-kata diusung kalah, selanjutnya saksi keluar gedung KPU dan membuat provokasi sehingga massa tidak terima dengan hasil pengumuman KPU.

Selanjutnya massa pendukung calon Wali Kota yang kalah melempari gedung KPU dan berusaha menerobos masuk ke kantor KPU.

Padal kantor KPU berusaha untuk cegah agar massa tidak masuk KPU akan tetapi masa tidak tidak terkendali.

Selanjutnya Kabag Ops memerintahkan Kasat Sabhara untuk menurunkan Peleton Dalmas awal beserta negosiator untuk memperkuat personil di kantor KPU.

Selanjutnya Danton Dalmas Polres Sibolga menuju kantor KPU di bawah kendali Kasat Sabhara dan Tim Dalmas berusaha menenangkan massa untuk tidak membuat keributan, namun tidak menghiraukan imbauan tersebut.

Situasi semakin tidak terkendali pertanda situasi semakin memanas, selanjutnya Dalmas mengambil sikap dorong dan melakukan desak maju agar masa terpecah-belah dan membubarkan diri, akan tetapi massa tetap bersikeras.

Situasi semakin tidak terkendali Danton Dalmas memerintahkan penembak Plasbol melakukan penembakan terhadap massa guna membubarkan massa.

Dengan kondisi yang demikian selanjutnya memerintahkan Danton Dalmas untuk melakukan pembubaran dengan menggunakan mobil AWC Sat Sabhara Polres Sibolga, akan tetapi masa melakukan pelemparan.

Kapolres Sibolga selanjutnya memohon kepada Kapolda Sumut agar berkenan izin untuk menurunkan Kompi PHH Brimob untuk melakukan lintas ganti dengan pertanda rumah mendapat laporan situasi dari Kapolres, Kapolda memerintahkan Danyon C Brimob Polda Sumut untuk menurunkan setingkat Kompi Brimob untuk mengamankan massa.

Usai simulasi, Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, menyampaikan terima kasih kepada Dan Yon C Brimob Polda Sumut yang telah membantu Polres Sibolga dalam kegiatan ini

“Kenapa dilaksanakan pelatihan Sispamkota ini, supaya TNI-Polri menjamin keamanan Pilkada tahun 2020, dan jangan takuti dengan kejadian tahun 2010, dan kami akan kelola keamanan Pilkada tahun 2020 supaya aman dan tertib,” tegas Triyadi.

“Pada intinya tidak ada kerusuhan yang akan melanda Kota Sibolga, dan kami jamin TNI-Polri serta Pemko solid dalam mengkelola keamanan dan ketertiban menjelang pilkada tahun 2020,” jelasnya.

Dijelaskan Kapolres, siapapun yang akan merusuh Pilkada 2020 di Kota Sibolga akan berhadapan dengan TNI-Polri.

“Kami sudah berkomitmen supaya masyarakat dalam melaksanakan Pilkada dengan aman, nyaman,” tegas Triyadi lagi.

“Mari kita ciptakan situasi kondusif, dan siapa yang berani merusak Kota Sibolga akan berhadapan dengan hukum dan berakibat fatal bagi dirinya sendiri,” pungkasnya.

Turut hadir dalam simulasi ini, Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, Dandim 0211/TT, Letkol Inf Dadang Alex, Komandan Brimob Yon C, Kompol B.Zega dan pejabat utama Polres Sibolga, Ketua KPU Sibolga, Khalid Walid, unsur Forkopimda Sibolga dan perwakilan dari partai politik. (feb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *