GEGER, Wanita Muda Ditemukan Tewas Tergulung Sprei di Gubuk Perladangan di Humbahas

  • Whatsapp
FOTO: Polisi Evakuasi Mayat Korban. (Foto: Dok_SNT_RTB)

SmartNews, Tapanuli – Sesosok mayat wanita muda diperkirakan berusia sekitar 30 tahun ditemukan tewas tergulung sprei di sebuah gubuk di tengah perladangan kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Senin siang (28/9/2020).

Korban diduga dibunuh, lantaran pada keningnya ditemukan luka diduga akibat benda tajam. Mendapat informasi tersebut, personil Polres Humbahas langsung turun melakukan olah TKP.

Diketahui, mayat wanita muda tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik ladang bernama Bernard Simamora yang berada di Dusun Lumban Sonang, Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok Sanggul.

Bernard Simamora diketahui sebagai seorang pejabat di daerah itu, namun belum bersedia dikonfirmasi wartawan, karena mengaku masih trauma atas kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Saitnihuta, Risma Hutasoit yang diminta keterangan oleh sejumlah awak media mengaku mengetahui peristiwa menghebohkan itu dari pemilik ladang yang datang menemuinya.

Selanjutnya ia memberitahukan hal itu ke Polres Humbahas, dan mereka pun langsung menuju TKP. Sang kepala desa itu juga mengaku tidak mengenali korban.

“Orang yang kebun ini (disebutkan marga Simamora), tadi melapor pak ke rumah. (dijelaskan bukan warga setempat, marga Simamora),” kata Risma.

Kanit 1 Reskrim Polres Humbahas, Bripka MSP Simanungkalit menjelaskan, informasi penemuan mayat tersebut mereka peroleh pada pukul 13.00 WIB. Katanya, korban diduga dibunuh.

“Yang mana informasi itu kita ketahui awalnya penemuan mayat di perladangan, kemudian kita datang,” kata Bripka MSP Simanungkalit mengawali keterangannya kepada wartawan.

“Dan telah kita lakukan olah TKP, naik ke atas. Kebetulan mayatnya ditemukan di atas loteng. Awalnya kita tidak tahu apakah mayat tersebut laki-laki atau perempuan,” ujar MSP Simanungkalit.

Setelah pihaknya turun ke TKP, mayat korban ditemukan tergulung sprei di gubuk tersebut. “Setelah kita buka (mayat korban), ternyata luka di bagian kepala. Luka tersebut akibat benda tajam dugaan kita, dan indikasi ada pembunuhan,” bilangnya.

Menurutnya, pekerja di ladang tersebut awalnya diketahui ada sebanyak tiga orang, namun tidak ditemukan lagi di sana, (tidak dijelaskan, apakah ketiga pekerja itu semuanya laki-laki). “Saat kejadian (ketiga pekerja tersebut) tidak kita temukan lagi,” ungkapnya.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi dari lokasi. “Yang kita temukan, tapi dibawahnya, ada parang dan kampak, tapi kita belum tau apakah itu yang dipergunakan untuk melakukan pembunuhan tersebut,” kata Simanungkalit.

Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian wanita yang belum diperoleh identitasnya itu. Apakah juga korban sebagai pekerja di perladangan kopi itu, belum juga dapat dipastikan.

“Jadi, ini masih kita dalami, karna kita juga masih menghimpun keterangan dari saksi-saksi dan orang yang pertama ke TKP melihat, nanti kita dalami dulu,” pungkasnya.

Sementara mayat korban sudah dievakuasi ke RSUD Dolok Sanggul untuk keperluan otopsi. (snt_rtb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *