Belajar Metode Tatap Muka Dihentikan di SD Negeri 173416 Pollung

  • Whatsapp
FOTO Plank SD Negeri 173416 Pollung, di Desa Saitnihuta, Kecamatan Pollung, Humbahas (Foto: Samsudin)

SNT – Sekolah Dasar Negeri 173416 Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara (Sumut) melakukan rapat terbatas dengan orang tua murid tentang pola belajar siswa-siswi di masa pandemi COVID-19. Rapat dilaksanakan di salah satu ruangan sekolah, Sabtu (28/11/2020).

Kepala Sekolah SD Negeri 173416 Pollung, Monang Lumban Gaol mengatakan, rapat orang tua siswa dengan guru digelar berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan bernomor 197/GTPP/XI/2020 tanggal 24 November 2020 perihal pemberhentian sementara proses belajar mengajar secara tatap muka.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari jabaran Monang Lumban Gaol saat rapat, aturan cara belajar tatap muka harus ditiadakan lantaran Pemerintah Kabupaten Humbahas melalui Dinas Pendidikan memandang bahwa dampak COVID-19 masih perlu di waspadai.

Pemerintah menganjurkan agar cara belajar tetap dilakukan dengan metode Dari Jaringan (Daring) atau Belajar Dari Rumah (BDR) guna mengantisipasi klaster penyebaran COVID-19.

“Kami sampaikan kepada seluruh orang tua dari siswa kami, agar ikut berperan membantu para anak-anak kita mengikuti proses pembelajaran yang dianjurkan Dinas Pendidikan,” kata Monang.

Monang menegaskan, seluruh tenaga pendidik harus menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. Ia juga meminta para guru mendatangi rumah para siswa yang tidak memiliki hape android.

“Siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti (belajar) secara daring, guru harus mendatangi rumah mereka masing-masing, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketua Komite Sekolah, Imran Lumban Gaol menambahkan, pihak sekolah dan orang tua murid diminta mengikuti dan menyetujui juga melaksanakan anjuran Dinas Pendidikan tersebut demi kenyamanan para anak didik.

Ia juga menekankan agar masing-masing tiap individu agar selalu mengikuti protokol kesehatan guna menekan penyebaran COVID-19.

Salah satu orang tua murid, Muhammad Iqbal Lumban Gaol mengatakan, terkait cara belajar Daring, para orang tua senantiasa ikut mendukung. Namun sehubungan masih banyaknya siswa yang belum memiliki hape android, ia meminta supaya pihak sekolah mengambil kebijakan.

“Agar semua siswa-siswi mendapatkan hak yang sama, di mana orang itu (yang tidak memiliki hape android) juga membutuhkan pendidikan, namun keterbatasan dari pihak orang tua yang tidak mampu, sehingga kita berharap Pemerintah memikirkan hal itu,” kata Iqbal.

Penulis : Samsudin Lumban Gaol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *