Begini Pelayanan Lapas Sibolga di Masa Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Foto: KPLP, Rian Firmansyah di ruang layanan kunjungan online Lapas Klas II A Sibolga.

SNT – Selama masa pandemi COVID-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Sibolga terus berinovasi dengan mengedepankan upaya pendekatan dan lebih humanis terhadap warga binaannya.

“Lapas ini kan tempat pembinaan, jadi kita berperan sebagai sosok orang tua terhadap warga binaan kita,” kata Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Sibolga, Rian Firmansyah kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Bacaan Lainnya

Rian mengatakan, selama pandemi COVID-19, kunjungan fisik ditiadakan. Untuk menyiasatinya, pihaknya menyediakan sarana dan media untuk layanan virtual (online) dan juga wartel, sehingga warga binaan tetap dapat berkomunikasi dengan keluarganya.

Selain itu, pihaknya juga membuka layanan penitipan barang, Senin-Jumat hingga pukul 15.00 WIB. Setiap barang titipan, terlebih dulu digeledah baru disampaikan kepada warga binaan.

Terhadap kunjungan tamu dinas, dilakukan dengan penerapan dan pengetatan protokol kesehatan (Prokes), yakni cek suhu tubuh, wajib pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan juga handsanitizer.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan, termasuk fasilitas umum seperti gereja dan masjid setiap seminggu sekali.

“Semua kita semprot, dalam hal ini kita bekerjasama dengan dinas kesehatan dan puskesmas. Jadi setiap minggu ada juga tim dokter ke sini untuk mengecek kondisi kesehatan warga binaan kita,” kata Rian.

Rian Firmansyah juga mengungkapkan, pihaknya juga tidak sembarangan menerima tahanan titipan, harus ada antigen bebas COVID-19.

“Jumlah tahanan di Lapas Kelas II A Sibolga terus bertambah. Total penghuninya saat ini mencapai 1.157 orang atau lebih dari 300% dari kapasitas 332 orang,” jelasnya.

Terkait vaksinasi, Rian mengatakan sudah 98 orang selesai menjalani vaksinasi 1 dan 2 per Agustus 2021. Disusul yang sudah divaksin pertama 350 orang, sehingga jumlah warga binaan yang belum divaksin ada sekitar 600-an lagi.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan vaksin, bagaimana supaya warga binaan ini divaksin seluruhnya,” katanya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *