Ratusan Ekor Kerbau dan Sapi di Tapteng Dinyatakan Positif PMK, 3 Kecamatan Lockdown!

IMG 20220706 132231
Petugas saat memeriksa kesehatan hewan ternak di Tapteng. (Foto: dok/istimewa)

SNT, Tapteng – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, melonjak. Terhitung hingga Rabu (6/7/2022), Dinas Pertanian dan Peternakan setempat mencatat sebanyak 108 ekor hewan ternak milik warga dinyatakan positif PMK.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tapanuli Tengah, Herman Suwito saat ditemui, Rabu siang.

Bacaan Lainnya

Herman Suwito mengungkapkan kasus PMK di daerah itu mulai terdeteksi sejak akhir bulan Juni 2022. “Hingga saat ini ada sebanyak 108 ekor hewan ternak milik warga positif PMK, 1 ekor mati,” ungkap Herman Suwito.

Ratusan ekor hewan ternak warga yang dinyatakan positif PMK tersebut adalah kerbau dan sapi. Setelah diambil sampel dan kemudian diuji lab, hasilnya dinyatakan positif.

Herman menerangkan untuk mencegah penyebaran PMK pada hewan ternak lainnya di Kabupaten Tapteng, 3 kecamatan sudah dilakukan lockdown. Ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Barus Utara, Barus dan Sosorgadong.

“Petugas sudah kita tempatkan di tiga kecamatan itu untuk memantau perkembangan kesehatan ternak yang positif PMK, serta rutin melakukan penyuntikan vitamin ke ternak tersebut,” kata Herman.

Lebih lanjut dijelaskan Herman, untuk mencegah penyebaran PMK di Kabupaten Tapteng, kini sudah didirikan 4 pos penyekatan yang berbatasan dengan daerah tetangga yaitu Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Aceh dan Kota Padangsidimpuan.

IMG 20220706 WA0039
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tapteng, Herman Suwito.

“Tujuan pos penyekatan tersebut adalah sebagai upaya kita untuk mengawasi masuk dan keluar hewan ternak dari luar daerah serta dari Kabupaten Tapanuli Tengah ke luar daerah,” jelasnya.

Ditanya soal bagaimana nanti pengawasan pihaknya terhadap hewan ternak yang akan dikurbankan pada perayaan Idul Adha, Herman Suwito mengatakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tapteng akan melakukan pengawasan secara ketat.

“Nanti kita akan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut sebelum dikurbankan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *