Jalan Provinsi di Humbahas Terancam Putus

  • Whatsapp
Polsek Batangtoru Evakuasi Wanita Paruh Baya Tanpa Identitas dari Pinggir Sungai

SNT, Humbahas – Jalan Provinsi di perlintasan Desa Arbaan, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara kondisinya terancam putus. Pantauan awak media, hampir 40 persen badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Onanganjang-Pakkat ini amblas tergerus longsor. Jika tidak segera ditangani pemerintah melalui dinas terkait, arus lalu lintas akan lumpuh total.

Raulina Sitohang (39) pengendara yang kerap melintasi jalan ini mengaku prihatin atas kondisi jalan yang terkesan luput dari perhatian pemerintah. Pasalnya, sekitar dua tahun terakhir badan jalan juga menghubungkan Kabupaten Humbahas-Tapteng ini sudah tergerus longsor, namun sejauh ini belum ada penanganan yang nyata dari pihak Pemprovsu melalui Dinas Binamarga.

Bacaan Lainnya

“Longsornya badan jalan ini sudah sekitar dua tahun lalu. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. Kita kawatir kondisi jalan ini akan terputus sehingga arus transportasi akan lumpuh total. Sementara jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Onanganjang-Pakkat,” kata Raulina, Minggu (14/8/2022).

Hal senada juga disampaikan pengendara lainnya, Poltak Manalu (47). Dia mengaku miris atas kondisi jalan yang tidak ada tuntasnya. “Longsornya badan jalan ini bukan masalah baru lagi. Namun sudah bertahun-tahun dan menahun. Jikapun dilakukan perbaikan oleh pemerintah hanya sekedar perawatan dengan membangun tembok penahan tanah (TPT),” katanya.

Poltak juga memaparkan, bahwa apa dikerjakan pemerintah untuk penanganan jalan ini, kesannya bukan menyelesaikan masalah dan lebih cendrung menambah masalah. Sebab tidak berselang lama, TPT yang baru dibangun malah ambruk. Di sisi lain, titik longsor di badan jalan malah bertambah yang siap menunggu korban.

“Untuk penanganan jalan ini, kita sangat mengharapkan perhatian serius dari Pemprovsu melalui Dinas Binamarga. Sebab tekstur tanah yang labil pada badan jalan, tidak menutup kemungkinan menimbulkan titik longsor yang baru khususnya pada musim penghujan,” katanya.

Diuraikan, sepanjang jalan Provinsi Doloksanggul-Onanganjang-Pakkat, sedikitnya ada belasan titik badan jalan yang tergerus longsor. Jika pemerintah tidak tanggap dan memberikan perhatian serius, beberapa titik pada ruas jalan akan mengancam korban hingga lumpuhnya arus transportasi.

Dia menambahkan, beberapa titik badan jalan yang tergerus longsor jarang ditemukan rambu lalulintas. Pada titik yang lebih parah hanya diberi tanda berupa garis polisi (police line). “Garis polisi yang dipasang di titik longsor, tidak maksimal untuk mencegah korban. Apalagi kalau malam hari, di lokasi titik longsor tidak ada penerangan lampu jalan. Sehingga pengendara yang tidak hati-hati dan tidak mengetahui medan jalan, akan berpotensi menjadi korban,” pungkasnya.

Sekaitan dengan itu, Kadis Binamarga Pemprovsu, Bambang Pardede saat dimintai konfirmasi melalui ponselnya, tidak berhasil. Meski terdengar nada sambung selulernya, namun yang bersangkutan enggan memberi jawaban. Ditinggalkan pesan melalui aplikasi WhatsApp, hingga berita ini dilansir, Bambang Pardede tak kunjung memberi keterangan resmi yang bisa dikutip awak media. (and)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *