Respon Cepat Bupati Tapteng Tanggapi Keluhan Nelayan di Barus

IMG20250712183008 scaled
Foto: Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi saat berbincang dengan warga di lokasi.

BARUS – Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu merespon cepat keluhan sejumlah nelayan tradisional Desa Kedai Gedang, Kecamatan Barus, karena akses pintu muara yang biasa mereka lintasi naik perahu untuk melaut mengalami pendangkalan karena tertutup pasir.

Usai melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sirandorung, Masinton Pasaribu didampingi Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, yang menerima informasi dari Pelaksana Tugas (PLT) Camat Barus, Sanggam Panggabean, langsung turun ke lokasi.

Bacaan Lainnya

Bupati Masinton ingin melihat secara langsung seperti apa sebenarnya kondisi yang terjadi, sehingga segera dicari solusi penanganannya.

Kepada petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapteng yang berada di lokasi, Masinton minta untuk segera menuntaskan normalisasi pintu muara yang tertutup pasir itu, sehingga aktivitas nelayan yang terganggu selama beberapa hari terakhir dapat normal kembali.

“Dikawal terus ya pak Camat, ini penting, sebab hal yang begini sangat urgent,” kata Bupati.

Plt Camat Barus Sanggam Panggabean menjelaskan kondisi yang terjadi kepada Bupati Tapteng.

“Beberapa minggu belakangan ini memang kondisi tersebut sudah dikeluhkan para nelayan kepada kita. Namun, kemarin excavator sudah dikerahkan Dinas PU untuk menggali pasir di mulut muara agar nelayan bisa melintas berangkat melaut,” jelas Sanggam kepada wartawan di lokasi.

Dijelaskannya, penanganan dilakukan secepat mungkin, karena para nelayan tidak bisa mencari nafkah ke laut akibat pendangkalan yang terjadi.

“Memang kondisi ini diperparah akibat kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Jadi, debit air sungai tidak sanggup mendorong pasir kembali ke laut. Akibatnya pendangkalan muara sungai tidak terhindari,” kata Sanggam Panggabean.

“Sudah debit air sungai kecil, beberapa minggu belakangan ini kondisi cuaca laut juga tidak stabil, dan hal ini membuat ombak di bibir pantai sangat besar, dan material pasir akhirnya menutup mulut muara,” ujarnya.

Respon cepat penanganan yang dilakukan Pemkab Tapteng diapresiasi nelayan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Tapteng Masinton Pasaribu yang cepat respon keluhan kami yang langsung melakukan penanganan,” kata Ikhsan Habayahan. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *