TAPTENG – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meminta kepada Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu untuk membuat perencanaan yang baik di kawasan terdampak bencana 25 November 2025 lalu.
“Jadi peluang kita supaya bikin perencanaan yang baik. Jangan nanti uang datang, perencanaannya kurang, akhirnya berantakan,” kata Maruli usai meninjau pembangunan jembatan armco di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng, Jumat (9/1/2026).
Jembatan armco ini merupakan akses penghubung Kelurahan Hutanabolon menuju Desa Sigiringgiring dan beberapa desa lain yang sampai sekarang masih terisolir.
“Mungkin ini akan menjadi percontohan. Tempat bencana ini jadi percontohan, sehingga tidak ada lagi jembatan putus,” kata Maruli Simanjuntak.
Menurut dia, jembatan armco ini telah disosialisasikan terlebih dulu, sehingga setelah orang tahu, ternyata banyak yang mau.
“Kita sudah siapkan jembatan armco di 50 titik, nanti mungkin ada penambahan,” katanya.
Dia kemudian meminta kepada Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu untuk mendata jumlah jembatan yang perlu dibangun, khususnya di kawasan terdampak bencana.
Termasuk fasilitas air bersih perlu berapa, rumah-rumah perlu berapa, supaya nanti kawasan ini menjadi kota baru dan kota yang baik.
“Makanya saya bilang ke Pak Bupati. Ini peluang nih Pak Bupati, bagaimana perumahan rakyat nanti baik, dan jembatan semua kita bereskan,” katanya.
Harus dipetakan semua, termasuk jembatan dan air bersih. Setelah bencana seluruh kampung ini harus ada air bersih.
“Sekolah-sekolah, gereja, masjid, ruang publik. Langsung di data semua dan presiden akan menggelontorkan dananya,” katanya.
Maruli menjelaskan, berdasar data dari Pemda di Sumatra Utara ini lebih 200-an jembatan yang dibangun dan ini akan terus berjalan sampai selesai.
Hal ini sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto bahwa semua jembatan se-Indonesia harus beres.
Maruli menjelaskan, untuk jembatan bailey, untuk sementara pihaknya menargetkan 40-an unit. Begitu pun jembatan gantung, juga puluhan unit.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengapresiasi permintaan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak tersebut.
Pihaknya telah memerintahkan seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan pendataan secara menyeluruh.
Termasuk perencanaan program revitalisasi terhadap lokasi yang terdampak bencana Tapteng.
“Tugas kami saat ini adalah memulihkan, mengambil sampah, membuka alur sungai dan lain sebagainya,” kata Masinton. (ren)






