Kepala BI Sibolga: Transaksi Penjualan UMKM di Festival Tao Toba Jou Jou 2026 Capai Rp 6 Miliar

riza putera
Kepala KPw Bi Sibolga Riza Putera.

SAMOSIR  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw Bi) Sibolga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, sukses menggelar Festival Tao Toba Jou Jou 2026 selama empat hari mulai 6-9 Agustus 2026 di Segmen 5 Waterfront City Pangururan.

Kepala KPw Bi Sibolga Riza Putera mengatakan, dari sisi dampak ekonomi, pelaksanaan Festival Tao Toba Jou Jou 2026 mencatatkan transaksi penjualan UMKM sebesar Rp6,05 miliar.

Bacaan Lainnya

“Capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai produk UMKM, mulai dari kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, hingga fesyen dan kriya, termasuk hasil private preview Festival Ulos Boru Ni Raja dan business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja,” ungkap Riza Putera.

Selain itu, business matching antara perbankan dan pelaku UMKM turut mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar.

“Capaian ini menegaskan peran Festival Tao Toba Jou Jou sebagai platform strategis dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Untuk itu, kata Riza Putera, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang erat, penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou dan Samosir Run diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas usaha, perluasan peluang ekonomi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

jou jou

Sebelumnya, Riza Putera menerangkan, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 diselenggarakan melalui sinergi dan kolaborasi antara KPw  BI Sibolga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, serta berbagai pemangku kepentingan, di antaranya lembaga keuangan, Forkopimda, pelaku UMKM, asosiasi, dan komunitas.

Dengan mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”, festival ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata, digitalisasi ekonomi dan keuangan, UMKM, serta ekonomi kreatif.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 diselenggarakan selama empat hari untuk memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Warisan budaya dan wastra menjadi salah satu kekuatan utama yang diangkat dalam Festival Tao Toba Jou Jou 2026.

Semangat kolaborasi tersebut direpresentasikan melalui simbolisasi “Manompuk”, yaitu prosesi tradisi menenun secara bersama-sama.

Festival Tao Toba Jou Jou 2026 juga menjadi wadah integrasi berbagai potensi unggulan daerah dalam mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Beragam rangkaian kegiatan dihadirkan, antara lain Parade Agrobudaya yang melibatkan perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir, Festival Ulos Boru Ni Raja, Festival Kopi Tana Para Raja, Pameran UMKM Boru Ni Raja, Payment System & Services Activation, Operasi Pasar Murah, kegiatan edukasi, Festival Budaya Batak, Festival Kuliner Batak, Festival Musik Batak, serta Samosir Run yang berhasil “stride up” menjadi race run dengan melibatkan lebih banyak peserta dan memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *