Dinas Kesehatan Tapteng Siagakan Seluruh Puskesmas Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

IMG 20260908 WA0017
FOTO: Dinas Kesehatan Tapteng bagikan masker gratis.

TAPTENG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menginstruksikan seluruh jajaran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Tapteng untuk bergerak cepat membagikan masker gratis kepada masyarakat, dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan menjelaskan langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko penurunan kualitas udara, serta meminimalisasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan warga, seperti gangguan saluran pernapasan (ISPA), iritasi mata, dan masalah kulit.

Bacaan Lainnya

“Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik gunung Anak Krakatau,” kata Lisnawati Panjaitan, Selasa (8/09/2026).

Pembagian masker ini merupakan aksi nyata untuk pencegahan dini guna melindungi kesehatan masyarakat.

“Sebagai bentuk komitmen dan respon cepat terhadap surat edaran Kementerian Kesehatan. Kami telah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk membagikan masker secara gratis kepada warga, serta turun memberikan edukasi langsung mengenai perlindungan diri dari dampak abu vulkanik,” ujar Lisnawati.

IMG 20260908 WA0026

Ia menjelaskan, selain pembagian masker secara masif di tempat-tempat umum dan titik keramaian, Dinas Kesehatan Tapteng juga menyiagakan seluruh pos pelayanan kesehatan dengan langkah-langkah strategis, di antaranya;

Kesiapsiagaan logistik dan pelayanan, dengan memastikan ketersediaan masker, tabung oksigen, serta obat-obatan esensial untuk mengatasi gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Memberikan edukasi risiko kesehatan, dengan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, memakai kacamata pelindung, serta pakaian lengan panjang,” ujar Kadis Kesehatan.

Selanjutnya perlindungan kelompok rentan, dengan melakukan pemantauan aktif terhadap kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma dan PPOK.

Lisnawati Panjaitan juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami masalah kesehatan.

“Kami mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Apabila mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” pungkasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *