BNPB Kerahkan 4 Alat Berat Normalisasi Sungai Silaga-laga Sipange Tukka

WhatsApp Image 2026 07 24 at 06.20.42
BNPB Kerahkan 4 unit Alat Berat Normalisasi Sungai Silaga-laga Sipange Tukka.

TAPTENG – Pascabanjir susulan yang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut), pada minggu  lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pemkab Tapteng terus mengintensifkan upaya penanganan darurat dan pemulihan bencana.

Sebagai langkah nyata, Direktur Fasilitasi Korban dan Pengungsi Kedeputian Kedaruratan BNPB, Nelwan Harahap, didampingi Plh. Camat Tukka, Friendky Simanungkalit meninjau langsung lokasi penanganan Sungai Silaga-laga di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Jumat 24 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses pengerjaan pengerukan dan normalisasi sungai berjalan optimal demi kebaikan warga terdampak.

Dalam pernyataannya di lapangan, Nelwan Harahap menegaskan komitmen BNPB untuk mendampingi masyarakat hingga masa pemulihan selesai.

“Kami hadir kembali ke sini untuk memastikan penanganan darurat yang dibutuhkan berjalan cepat, baik logistik korban, pemenuhan kebutuhan dasar, maupun perbaikan prasarana vital. Target utama kami adalah mengatasi ancaman yang berpotensi mengganggu ruang hidup dan kehidupan warga terdampak,” kata Nelwan.

WhatsApp Image 2026 07 24 at 06.20.43

Sebagai penanganan teknis pascabanjir susulan, BNPB menurunkan 4 unit alat berat untuk memperlancar dan menormalisasi aliran Sungai Sigala-gala. Selain itu, pengerjaan penguatan tebing sungai juga dilakukan dengan membangun tanggul menggunakan jumbo bag sepanjang 400 meter.

Pemerintah terus berkoordinasi agar kebutuhan warga terpenuhi dengan cepat. Nelwan juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar.

“Kami berharap masyarakat mempercayakan langkah penanganan ini kepada pemerintah. Jika ada keluhan, kekurangan, atau kebutuhan di lapangan, mohon komunikasikan langsung secara akurat. Informasi yang benar sangat kami butuhkan agar penanganan tepat sasaran dan tidak simpang siur,” pungkasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *