TAPTENG – Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau pembangunan kawasan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kamis 3 September 2026.
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan lokasi, progres konstruksi, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak pascabencana.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi oleh Site Engineer Manager PT Nindya Karya, Alkadri Suenda, serta perwakilan dari Kementerian PU RI.
Bupati mengecek langsung penataan kawasan sekaligus mendengarkan pemaparan teknis mengenai perkembangan proyek penanganan darurat pascabencana Sumatra Utara III ini.
Poin penting Proyek Pembangunan Huntara Bonalumban:
• Kapasitas Hunian: Terdiri dari 10 blok hunian sementara yang dirancang untuk menampung total sekitar 120 kepala keluarga (KK), dengan kapasitas masing-masing blok sebanyak 12 KK.
• Progres Terkini: Pembangunan saat ini telah mencapai angka 58 persen.
• Target Penyelesaian: Pihak pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dan penataan kawasan rampung 100 persen pada 30 September 2026.
• Fasilitas pendukung: Kawasan dilengkapi dengan gedung serbaguna, mushola, sarana air bersih sumur bor, area parkir, serta sistem drainase yang terintegrasi.
Bupati Masinton Pasaribu menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan kualitas pekerjaan fisik di lapangan.
Ia meminta perangkat daerah dan pihak pelaksana terus berkoordinasi secara intensif.
“Yang paling penting adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai target, kualitasnya baik, dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dapat tersedia sehingga hunian ini benar-benar layak untuk ditempati,” katanya.
Pemkab Tapteng berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar masyarakat terdampak bisa segera menempati hunian sementara dengan aman dan nyaman dalam waktu dekat.
Sementara itu, Site Engineer Manager PT Nindya Karya, Alkadri Suenda menjelaskan bahwa kawasan Huntara ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat tinggal darurat.
“Melalui site plan yang matang, lingkungan hunian ditata agar tetap layak, aman, dan menunjang aktivitas sosial sehari-hari masyarakat,” katanya. (ren)






