oleh

Pria Ini Masih Numpang Dirumah Family nya, Begini Ceritanya

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Haogonaso Giawa (47) warga Desa Sialogo, kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, salah satu korban bencana alam tanah longsor yang terjadi pada tanggal 27 November 2016 tahun lalu hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Kepada wartawan, Sabtu, (6/1/2018) bapak lima anak ini menyesalkan sikap dari aparat desa Sialogo yang dianggap tidak respon atas proposal pengajuan bantuan yang telah dibuat.

Haogonaso Giawa bercerita ketika ia menanyakan proposal pengajuan bantuan yang dibuat di kecamatan Lumut melalui Kepala Desa setempat belum ada titik terang.

“Itulah Pak, kita sering menanyakan masalah bantuan itu kepada Pak Kades di kampung, namun jawabnya selalu tidak pas, dan kita kurang puas dengan perkataan dia itu” kata Haogonaso Giawa menuturkan.

Haogonaso mengaku kalau dia sering menghubungi petugas terkait di Kecamatan setempat melalui seluler. Namun jawaban yang ia peroleh bahwa proposal bantuan tersebut masih dalam proses.

“Saya juga sudah bertanya pada petugas terkait di Kecamatan melalui telepon seluler, jawabnya selalu dalam proses dan bersabar dulu,” cerita Haogonaso.

Haogonaso mengaku bingung harus bagaimana, jika proposal bantuan itu tidak mendapat respon.

“Dan saya tidak tau lagi lah harus mengurus kemana, kalau memang tidak ada lagi ditanggapi proposal bantuan yang di buatkan itu, biar tau kita. Pulangkan aja lah proposalnya. Namun jika memang masih berlaku lagi, yah..kapan bisa di cairkan biar kita tau,” ujarnya.

Dia juga berharap agar pemerintah bisa meringankan beban yang di dideritanya saat ini, terutama tempat tinggal untuk mereka sekeluarga.

Keluarga Haogonaso Giawa merupakan salah satu korban musibah tanah longsor yang mengakibatkan rumahnya hancur beserta isinya. Kandang ternaknya juga tidak luput dari terjangan longsor tersebut.

Hingga kini Haogonaso bersama keluarga terpaksa menumpang di rumah family nya dalam waktu yang belum bisa diketahui. (jp)

Komentar