oleh

Isak Tangis Warnai Penyerahan Tali Asih kepada Keluarga ABK Kapal KM Mega Top III

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Puluhan keluarga ABK kapal nelayan KM.Mega Top III yang hilang kontak di Perairan Aceh sejak tanggal 3 Januari 2018 kemarin, diundang oleh pemilik kapal UD.Sinar Mas, di kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, dan dihadiri Kepala PPN Rustardi, Wakil DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori dan Hj Suryanti Sidabutar, Senin (15/01/2018) sore.

Acara yang berlangsung di lantai 2 gedung PPN Sibolga yang terletak di kelurahan Pondok Batu, kecamatan Sarudik, Tapteng, pihak pengusaha kapal menyerahkan tali asih kepada keluarga ABK kapal KM Mega Top III.

“Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa terhadap seluruh ABK kapal. Kita disini disamping berusaha, juga terus berdoa kepada keluarga yang ditimpa musibah ini. Saya sudah berusaha sampai ke Bengkulu, Dumai untuk mencari kabar tentang kapal KM.Mega Top III itu, kita tetap berupaya mencari, bahkan saya sampai mau larut malam terus terfikir mengenai kejadian yang menimpa kita ini. Saya bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi ini,” jelas pengusaha kapal KM Mega Top yang akrab dipanggil Atta, dari UD.Sinar Mas.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori berharap agar keluarga tetap sabar.

“Semoga kapal KM.Mega Top III dapat kembali beserta para ABK nya, kita doakan juga keberangkatan dari pihak PPN dalam upaya pemantauan langsung untuk keberangkatan besok, semoga sepulang nanti mendapatkan kabar yang baik,” ujar Jamil.

Pantauan awak media, isak tangis puluhan keluarga ABK kapal mewarnai penyerahan tali asih.
Para keluarga ABK kapal yang hadir menerima tali asih tampak begitu larut dalam kesedihan, kendati Wakil Ketua DPRD Sibolga berusaha memberikan penghiburan.

Bahkan sejumlah awak media yang hadir diacara itu juga menangis menyaksikan para keluarga ABK kapal yang bersedih atas peristiwa yang mereka alami.

Diberitakan sebelumnya, kapal KM Mega Top III dengan jumlah ABK sebanyak 28 ditambah seorang penumpang, berangkat pada tanggal 27 Desember 2017 kelautan. Dan pada tanggal 3 Januari 2018 dinyatakan hilang kontak di perairan Aceh.

Hingga saat ini, keberadaan kapal dan nasib seluruh ABK kapal belum diketahui. Upaya pencarian juga terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait, tapi belum membuahkan hasil. (JP)

Komentar