Siswi SMK Tewas Gantung Diri, Diduga Masalah Percintaan

  • Whatsapp
Korban Ketika Disemayamkan Dirumah Duka. Foto: istimewa/trib-mdn.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, ASAHAN – Erni (17) warga dusun IV desa Sipaku Area, kecamatan Simpang Empat, kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan tewas tergantung di dapur rumah dengan menggunakan kain selendang, Selasa, (16/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga melalui Kapolsek Simpang Empat AKP Supriyadi Yantoto menuturkan, siswi kelas III SMK itu pertama kali dilihat tergantung oleh Misma (49) tante korban yang saat itu baru pulang dari berjualan.

Bacaan Lainnya

“Saat itu saksi mengetuk pintu dan dibuka anaknya bernama Ramayanti. Lalu Misna menuju dapur rumah dan terkejut melihat tubuh keponakannya tewas tergantung di atas kayu galang dengan kain selendang membalut di leher,” kata Kapolsek, Rabu (17/1/2018).

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak Polsek Simpang Empat, Rabu (17/1/2018) sekira pukul 05.00 WIB dan petugas langsung turun kelokasi kejadian.

“Saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas ditemukan luka memerah di bagian leher. Saat akan dilakukan pemeriksaan autopsi pihak keluarga menolak dengan alasan kejadian tersebut hanya musibah,” ujar Yantoto.

Sementara itu informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri akibat percintaan.

Terpisah, Kapolres AKBP Kobul Ritonga menghimbau agar hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi.

“Kita manusia ini tidak terlepas dari yang namanya permasalahan, namun tidak lah harus mengambil keputusan mengakhiri hidup dengan gantung diri. Maka kuatkan iman dan terbukalah kepada keluarga yang ada di sekeliling kita untuk saling tukar pikiran dalam menyelesaikan suatu masalah,” sebut Kapolres.

Kepada para orang tua, Kapolres menghimbau agar dapat memberi perhatian lebih kepada anak-anak khususnya yang beranjak dewasa.

“Karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, tanpa harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri yang tidak dibenarkan agama,” ujar Kobul. (trib-mdn/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *