Ini Pernyataan BMKG Terkait Gempa yang Terjadi di Banten

  • Whatsapp
Ilustrasi Jalan Rusak Parah Dampak Gempabumi. Foto: ist.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, JAKARTA – Menanggapi peristiwa gempabumi tektonik yang terjadi di Provinsi Banten, BMKG menyampaikan bahwa gempabumi tektonik terjadi pada hari Selasa, (23/1/2018) pukul 13.34 WIB dengan kekuatan 6,4 SR berlokasi 7.21 LS dan 105.91 BT dengan kedalaman 10 Km.

Dan setelah parmeter di update, bahwa kekuatan gemabumi tektonik yang terjadi berkekuatan 6,1 SR, lokasi 7.23 LS dan 105.9 BT dengan kedalaman 61 Km.

Bacaan Lainnya

Dalam pres rilis BMKG menyampaikan, bahwa gempabumi berpusat di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Gempabumi ini relatif kecil sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Sementara dari hasil monitoring selama satu jam, sudah ada 8 gempabumi susulan yang tercatat.

“BMKG akan terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,” kata Kepala Pusat Gempabui dan Tsunami, Drs. Mochammad Riyadi, M.Si dalam press rilisnya.

Riyadi menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor II SIG-BMKG (IV-V MMI), Bandung dan Lampung II SIG-BMKG (III MMI), Bantul I SIG-BMKG (II MMI).

Dikatakan, penyebab gempabumi selatan Jawa ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempabumi dan tsunami. Agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatan semakin mengecil,” terangnya. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *