Pendeta di Mandailing Natal Ditemukan Tewas Mengapung

  • Whatsapp
Jasad Korban Dievakuasi. Foto: istimewa.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, MADINA – Setelah dua hari dilakukan pencarian oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Mandailing Natal (Madina) bersama warga, akhirnya Sihol Sianturi (64) seorang pendeta, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan mengapung di sungai Batang Gadis, Desa Kampung Baru kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (27/1/2018).

Jasad Sihol ditemukan mengapung di sekitar tumpukan sampah yang berada dipinggiran sungai, diperkirakan 100 meter dari titik awal penyeberangan korban sebelum dikabarkan tenggelam.

Plt Kepala BPBD Mandailing Natal Irwan Nuh Batubara mengatakan, jasad korban ditemukan tim BPBD dan warga sudah mulai membusuk.

“Benar, hari ini tim BPBD dan warga yang sudah dua hari ini melakukan pencarian, akhirnya kita menemukan jasad pak Sihol ditepi sungai Batang Gadis, tidak jauh dari lokasi pertama tenggelamnya korban,” kata Irwan, Sabtu (27/1/2018).

Jones, warga setempat yang terlibat melakukan pencarian dan pertama kali menemukan jasad korban mengaku, disaat tim BPBD dan warga menyisir sungai Batang Gadis, dirinya tiba-tiba mencium bau menyengat di sekitar lokasi pencarian, dan setelah ditelusuri bau tersebut, ternyata jasad korban tersangkut di salah satu pohon tumbang ke sungai.

“Saat ditemukan sudah jadi mayat pak, badannya sudah membusuk, posisinya telungkup dan gembung pak tersangkut di pohon tumbang, di sekitar tumpukan sampah,” ungkapnya.

Kepada wartawan, Kapolres Mandailing Natal AKBP Martri Sonny, melalui Kanit 1 Reskrim Ipda Binton Silalahi memastikan, sesuai hasil identifikasi Polisi, tidak ditemukan kejanggalan apapun seperti tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan kemudian atas permintaan pihak keluarga, jasad korban langsung dikebumikan di desanya,” kata Binton.

Sebelumnya, Reimawati Sihombing adik korban juga menuturkan, bahwa sebelum dikabarkan hilang tenggelam, pihak keluarga sempat melarang korban agar tidak menyeberangi sungai Batang Gadis, mengingat kondisi korban yang sedang sakit.

“Sebenarnya sudah dilarang pak. Kejadian hilangnya hari Kamis (25/01/2018) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Keinginan abang saya ini mau ke kebun sangat keras sampai nekat menyeberangi sungai, padahal dia (Sihol-red) sedang sakit stroke ringan,” jelas Reimawati. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *