oleh

Seluruh Keluarga Cemas, Dimana ABK Kapal Mega Top III ?

SMARTNEWSTAPANULI.COM, SIBOLGA – Misteri hilangnya kapal Mega Top III dengan jumlah 28 Anak Buah Kapal (ABK) dan satu orang penumpang kapal hingga kini keberadaannya belum diketahui. Seluruh keluarga ABK di Sibolga-Tapteng berharap agar mereka kembali dengan selamat.

Pasca dinyatakan hilang kontak pada tanggal 3 Januari 2018 di 94 Bujur Barat perairan Simu Aceh, upaya pencarian pun terus dilakukan baik oleh tim Sar Sibolga dibantu nelayan dan keluarga ABK. Oleh tim Sar melakukan pencarian hingga ke Pulau Nias.

Kendati dinyatakan hilang kontak, namun sejumlah ABK Kapal Mega Top III ternyata masih bisa dihubungi melalui telepon genggam mereka oleh keluarga ABK.

Keluarga ABK Mega Top III Berharap Seluruh ABK segera Ditemukan.

Nomor kontak ABK yang bisa dihubungi itu termasuk Nahkoda kapal Rejali. Itupun harus dihubungi melalui daerah Malaysia, kalau dari Sibolga tidak dapat tersambung.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang keluarga ABK, Mita Tanjung saat ditemui Smart News Tapanuli, Sabtu, (27/1/2018).

“Tanggal 14 Januari 2018 Tekong Kapal Mega Top bisa dihubungi keluarganya dari Malaysia, tapi saat berkomunikasi tidak dapat tersambung dengan baik, dan ketika didengar dalam suara telepon itu ada terdengar suara musik,” kata Mita yang menunjukkan bukti rekaman video saat seorang keluarga Tekong Kapal Mega Top III dari Malaysia menghubungi Rejali beberapa waktu lalu.

Optimis masih hidup, seluruh keluarga ABK mendesak pemerintah untuk melacak keberadaan para ABK itu agar segera diketahui keberadaannya. Selain itu, pemerintah diminta untuk terus melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan armada yang canggih.

“Ya, kami selaku keluarga ABK meminta pemerintah untuk mengintensifkan pencarian. Kan nomor HP mereka (ABK) bisa dihubungi. Dan disini kami juga minta kepada Menteri Kelautan untuk bersikap dengan kejadian ini,” ucap Mita.

Kapal Mega Top III berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga pada tanggal 27 Desember 2017. Namun hilang kontak pada tanggal 3 Januari 2018, setelah alat komunikasi kapal tersebut mengalami kerusakan dan kemudian diperbaiki oleh seorang tekong kapal pongpong. (Ren)

Komentar