Keluarga ABK Mega Top III Histeris Berulangkali Memanggil Nama Jokowi

  • Whatsapp
Foto Keluarga ABK Mega Top III Histeris. FOTO: DOK SNT.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Keluarga Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Mega Top III mengadakan ritual di tepi laut tangkahan Sinar Mas, Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Minggu, (28/1/2018) sore.

Dengan gelaran ritual itu diharapkan agar 28 ABK Mega Top III dan seorang penumpang yang ada didalam kapal tersebut dapat kembali pulang dengan selamat. Acara ritual di ikuti para istri dan anak ABK Mega Top III.

Amatan Smart News Tapanuli, sejumlah istri dan anak ABK Mega Top III turun ke tepi laut di tangkahan Sinar Mas dengan membawa air mineral, dan kemudian air itu di tuangkan ke laut. Ada juga yang menyuci wajahnya dengan air laut.

Sejumlah anak-anak yang masih kecil terlihat menangis sembari melambaikan tangannya ke arah laut sambil memanggil-manggil ayahnya.

“Ayah pulanglah…pulanglah,” ucap anak-anak ABK Mega Top III.

Sementara seorang istri ABK dilokasi ritual melambai-lambaikan kain penggendong anak ke arah tengah laut.

“Pulanglah kalian semua, kami sudah lama menunggu,” ucap ibu tersebut dengan histeris.

Melihat kondisi itu, belasan keluarga ABK Mega Top III menangis histeris. Seorang nenek renta bahkan berulangkali memanggil-manggil nama Jokowi.

“Pak Jokowi tolong bantu kami, kami nelayan miskin. Tolonglah bantu pak Jokowi,” teriak Gusraini br Siregar.

Kepada wartawan, Gusraini berharap agar pemerintah membantu melakukan pencarian seluruh ABK.

“Maksudku kan Nak diturunkan pak Jokowi lah kapal. Tolong bantu kami sama pak Jokowi, kami orang nelayan yang miskin di Sibolga ini Nak. Tolonglah kami Pak Jokowi,” ucap Gusraini kepada wartawan di tangkahan Sinar Mas.

Usai acara ritual kemudian seluruh keluarga ABK Mega Top III meninggalkan tangkahan Sinar Mas.

Ritual itu dilaksanakan setelah Kapal KM Megawati pulang ke tangkahan Sinar Mas, Minggu, (28/1/2018) dinihari usai melakukan pencarian keberadaan kapal dan ABK Kapal Mega Top III. Namun tidak ada hasil pencarian yang telah dilakukan hingga ke perairan laut Mentawai, Padang, Sumbar sampai ke perairan laut Selatan Bengkulu.

Sementara, Kapal Sar Nakula 203 milik Basarnas masih berada di Pulau Nias, sejak dilakukan pencarian mulai tanggal 14 Januari 2018. Belum juga mendapatkan hasil.

Sementara itu, hingga saat ini, sejumlah ABK kapal Mega Top III masih dapat dihubungi melalui sambungan telepon genggam. Para keluarga ABK menduga, bahwa seluruh ABK masih hidup.

Kapal Mega Top III berangkat mencari ikan dari Pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) Sibolga pada tanggal 27 Desember 2017 lalu. Dan hilang kontak di perairan Simu Aceh pada tanggal 3 Januari 2018. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui keberadaan seluruh ABK kapal Mega Top III tersebut. (Ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *