GEGER! Kursi dan Meja Para Leluhur yang Terbuat dari Batu di Bukit Harangan Julu Aek Tolang Dibongkar, Ternyata ini yang Dicari…

  • Whatsapp
Lokasi Sejarah Batu Kursi Yang Telah Dirusak OTK di Bukit Aek Tolang Induk, Tapteng, Sumut, Senin, (29/1/2018).

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Situs batu kursi bersejarah yang terletak di bukit Harangan Julu, Lingkungan I, Kelurahan Aek Tolang Induk, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, dirusak dan dibongkar. Kabarnya, pengrusakan batu kursi oleh sekelompok warga setempat, bertujuan untuk mencari keris dibawah kursi batu.

Selain kursi batu, dilokasi juga ditemukan batu mirip meja. Batu kursi yang dirusak itu dinilai warga setempat sebagai tempat berkumpulnya arwah para leluhur, atau pendiri kampung tersebut.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi menerangkan, setelah mendapat laporan, petugas Polsek Pandan yang dipimpin AKP Parohon Tambunan bersama personil langsung menuju lokasi berjarak 5 Km dengan berjalan kaki menaiki jalan menanjak.

“Dari hasil pemeriksaan personel dilokasi ditemukan bongkahan batu yang telah pecah. Kondisi tanah letak batu kursi sudah menganga. Kata warga setempat bahwa sejarah batu kursi itu sebagai tempat berkumpulnya arwah leluhur, atau pendiri kampung tersebut. Selain batu kursi, dilokasi ada juga batu mirip dengan sebuah meja” kata Hari Setyo Budi kepada wartawan, Selasa, (30/1/2018) siang.

Hari Setyo menjelaskan, dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas ditemukan tanah yang berlobang bekas galian sedalam 2 meter di sekitaran batu kursi situs sejarah.

Petugas Melakukan Olah TKP dilokasi kejadian.

Lanjutnya, dari hasil olah TKP mulai dari bawah bukit hingga ke atas bukit tempat ditemukan batu yang mirip kursi tersebut, petugas tidak menemukan bebatuan yang lain.

“Tindakan yang diambil petugas memasang police line dilokasi dan menyita bongkahan batu yang diduga pecahan situs sejarah batu kursi,” jelasnya.

Untuk itu, Kapolres menyarankan kepada Camat dan Lurah agar membuat papan larangan agar tidak melakukan pengrusakan terhadap situs sejarah batu kursi yang dinyakini masyarakat.

“Atas peristiwa ini kita juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, jika menemukan adanya orang terduga pelaku pengrusakan,” terangnya, seraya mengatakan, bahwa kondisi di perkampungan warga saat ini kondusif. (Ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *