Jalan Medan-Siantar Mulai Tidak Aman, Truk Ekspedisi Asal Sibolga Dilempari Batu

  • Whatsapp
Ketua DPD LPPAS-RI Koordinator Pantai Barat Sumatera Utara Henry Lumbantobing (Totok) Berdiri Disamping Satu Unit Truk. Foto: istimewa.

Smart News Tapanuli, SIBOLGA – Pengusaha angkutan ekspedisi resah setiap melintas di Jalan Nasional Medan-Siantar di kawasan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah truk ekspedisi pengangkut barang dilempari batu.

Tidak diketahui apa motifnya, tetapi para sopir truk menyebutkan aksi pelemparan batu ini diduga dilakukan sejumlah oknum pengendara sepeda motor dan kejadiannya pada malam hari.

Bacaan Lainnya

Aksi pelemparan batu terhadap armada pengangkutan ekspedisi ini sudah cukup lama berlangsung sejak akhir 2017 silam.

Banyak truk ekspedisi asal Kota Sibolga yang mengalami kerusakan pada kaca depan retak dan pecah, kaca pintu samping termasuk pintunya juga penyok akibat lemparan batu tersebut.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD LPPAS-RI Koordinator Pantai Barat Sumatera Utara Henry Lumbantobing (Totok) meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak tegas.

Totok mengatakan, informasi pelemparan batu terhadap truk ekspedisi ini diterima dari para sopir yang kini dilanda keresahan namun tak bisa berbuat apa-apa untuk mengantisipasi kejadian ini.

Peristiwa pelemparan batu terhadap truk ekspedisi dinilai telah meresahkan banyak pihak, baik pengemudi truk, pengusaha, bahkan pengendara lainnya yang melintasi jalanan ini pada malam hari.

“Kita tidak mengetahui apa alasanya dan apa maunya para pengendara sepeda motor itu, setiap berpapasan dengan truk ekspedisi, langsung dilempari dengan batu,” ujar Totok kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018).

Totok didampingi rekannya Sekretaris Aswal Sibolga-Tapteng Maman Purba, mengatakan, batu untuk melempar truk ekspedisi tersebut diduga sudah disiapkan oleh pelaku.

Meski belum ada korban jiwa, tetapi aksi pelemparan batu ini telah menimbulkan kerugian materi dan mengancam keselamatan para sopir.

Dia bercerita, bahwa pernah sekali, ada sopir truk yang berhenti karena mengalami pecah kaca depan, namun para pengendara sepeda motor yang melakukan pelemparan itu malah tancap gas dan lari.

“Jadi kita tidak tau apa sesungguhnya motif dan apa maunya si pelaku yang melempar batu itu,” imbuhnya.

Totok menambahkan, informasi yang ia dapatkan, sudah puluhan truk ekspedisi asal Kota Sibolga yang mengalami kerusakan seperti kaca depan retak dan pecah, kaca pintu samping pecah, pintunya juga rusak dan penyok akibat lemparan batu. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *