oleh

Kebakaran Hebat di Pasarbelakang Sibolga, Satu Orang Tewas Terbakar

Smart News Tapanuli, SIBOLGA – Peristiwa kebakaran hebat yang diduga melahap puluhan rumah di Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Rabu (14/2/2018) malam sekira pukul 21.40 WIB, ternyata turut menelan korban jiwa.

Informasi yang diperoleh, satu orang tewas terbakar dalam musibah ini. Sayangnya belum diketahui identitas korban.

Hal ini dibenarkan Kepala Lingkungan Pasarbelakang Irsan Efendy Hutagalung yang dikonfirmasi lewat telepon seluler, Kamis (15/2/2018) dinihari.

“Dalam peristiwa ini satu orang meninggal dunia, tapi kita belum mengetahui identitas korban, apakah laki-laki atau perempuan karena kondisinya sudah hangus,” sebut Irsan.

Dia mengatakan, jenazah korban sudah dibawa ke RSU FL Tobing Sibolga dan sudah ditangani tim dokter untuk dilakukan proses identifikasi.

Irsan menambahkan, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah rumah yang terbakar dalam musibah kebakaran tersebut. Dia memperkirakan ada 40-an rumah yang dihuni ratusan Kepala Keluarga (KK).

“Untuk informasi lebih lengkap, kami baru bisa berikan besok. Data ini masih bersifat sementara,” katanya.

Dikatakan, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk sudah menyediakan dua lokasi pengungsian sementara yaitu di Gedung Nasional dan Gedung Islamic Centre Sibolga.

Selain menyediakan lokasi pengungsian, Pemko Sibolga juga menyediakan tenda dan dapur umum di depan Gedung Islamic Centre, petugas kesehatan juga disiagakan untuk memeriksa kesehatan warga pengungsi.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur deras ternyata sangat membantu upaya tim pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.

Hujan turun deras sekira pukul 22.20 WIB. Api yang semula terlihat membesar dan melahap rumah warga satu demi satu akhirnya meredup meninggalkan asap yang masih cukup tebal. Warga setempat bersama tim pemadaman berjibaku melakukan upaya pemadaman.

Sementara itu suasana di sekitar lokasi kebakaran sangat mencekam. Kebakaran ini mengakibatkan ratusan warga mengungsi ke jalan sembari menyelamatkan sebagian barang-barang yang bisa dibawa.

Terlihat ibu-ibu dan anak-anak menangis di jalan tempat mereka mengungsi. Sementara sejumlah warga lainnya berdoa meminta hujan segera turun. Ada pula warga yang mengumandangkan adzan.

Sementara itu, sejumlah petugas kepolisian tampak bersiaga mengatur lalu lintas sekaligus menyediakan jalan untuk armada pemadam kebakaran yang keluar masuk. (Red)

Komentar