Begini Penjelasan BMKG Soal Gempa 5,7 SR

  • Whatsapp
ilustrasi. FOTO: OZ/int.

Smart News Tapanuli, SIBOLGA – Warga di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara dikejutkan dengan terjadinya terjadinya guncangan gempa pada pukul 08:35.48 WIB pagi, Kamis (1/3/2018).

Dampak gempa dirasa cukup kuat di sejumlah daerah, yakni di kota Padangsidimpuan, Panyabungan, Sibuhuan, Gunungtua, Sipirok, Sibolga disebutkan terguncang dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI).

Bacaan Lainnya

Sementara Nias, Lubuk Basung, Pariaman dan Pasaman (Provinsi Sumatera Barat) dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

Informasi terkait terjadinya gempa tersebut menyebar dengan cepat dari berbagai sumber baik linimasa twitter, facebook, pesan berantai whatsapp dan berbagai informasi lainnya.

Ada informasi menyebutkan gempa berpusat di 78 kilometer Barat Daya Kota Padangsidimpuan berkekuatan 5,7 Skala Richter berlokasi di 0.99 Lintang Utara dan 98,70 Bujur Timur, dengan kedalaman 87 kilometer.

Tak lama kemudian pasca beredarnya informasi tersebut, kembali beredar informasi dari PGR (Pusat Gempabumi Regional) I BMKG yang berpusat di Medan.

Informasi menyebutkan keterangan resmi dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi.

Informasi ini berbeda dengan informasi awal yang beredar. Yakni parameter kekuatan gempa M 5.4 dan pusat gempa yang disebut di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Terkait perbedaan informasi ini ini, PGR I memberikan penjelasan bahwa perbedaan data tersebut disebabkan perkembangan-perkembangan terbaru yang diperoleh BMKG.

“Parameter pertama adalah parameter yang didapat dari pengolahan sinyal yang masuk pada menit-menit pertama setelah gempabumi terjadi. Setelah dilakukan update terus menerus setelah semua sinyal masuk, maka didapatkan parameter dengan M 5.4,” ujar Operator on Duty Endah.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa setelah gempabumi terjadi, petugas operasional BMKG terus melakukan update parameter dengan menginputkan sinyal yang terus masuk ke sistem dan terus mengumpulkan informasi dari masyarakat mengenai informasi dirasakan maupun kemungkinan kerusakan.

“Karena dilakukan update, sangat memungkinkan adanya sedikit perbedaan magnitude dan lokasi gempabumi. Perlu dipahami bahwa, semakin banyak sinyal yang masuk maka informasi parameter mencakup magnitudo, lintang bujur, kedalaman, origin time akan semakin akurat,” terangnya.

Dampak gempa yang terjadi belum dilaporkan menyebabkan kerusakan maupun dampak tsunami. BMKG juga meminta masyarakat tidak terhasut informasi yang tidak bertanggungjawab.

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi.

Kemudian pada pukul 10:17:06 terjadi gempa susulan berkekuatan 5.6 SR di kedalaman 104 kilometer, berlokasi di 0.97 Lintang Utara dan 98.65 Bujur Timur, pusat gempa dilaporkan di 82 kilometer Barat Daya Padangsidimpuan, Sumut. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *