oleh

Indonesia Kalah Adu Penalti, Malaysia Melaju ke Final

Smart News Tapanuli – Impian Timnas Indonesia U-19 terhenti pada babak semifinal Piala AFF U-19. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7), skuat asuhan Indra Sjafri kalah dari Malaysia U-19 lewat drama adu penalti, 2-3 (1-1).

Gelora Delta Sidoarjo bergemuruh sejak awal laga. Egy Maulana Vikri mencetak gol cepat di menit ke-1.

Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Saddil Ramdani dilanggar di kotak terlarang pada detik ke-30. Egy pun sukses melaksanakan tugasnya.

Pada menit ke 14, Malaysia mulai melakukan penekanan. Gawang Muhammad Riyandi kebobolan lewat sundulan dari kapten Malaysia U-19, Muhammad Syaiful.

Laga kedua tim terus diperlihatkan, baik Indonesia maupun Malaysia berusaha mencetak gol tambahan.

Dan pada menit ke-30, kedua tim masih berupaya untuk menambah gol.

Peluang demi peluang tericipta untuk keduanya. Namun, hingga turun minum, skor 1-1 bertahan untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil menekan. Skuat Garuda Muda terus menggempur pertahanan Malaysia.

Memasuki menit ke-51, Indonesia nyaris membobol gawang Malaysia lewat kolaborasi Egy dan Witan Sulaeman.

Tapi tendangan Witan masih bisa diamankan kiper Muhammad Azri.

Upaya kedua tim tak membuahkan hasil hingga 90 menit babak kedua. Skor 1-1 bertahan untuk kedua tim. Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu penalti dan Malaysia menang dengan skor 3-2.

Susunan Pemain:

Timnas Indonesia U-19: Muhammad Riyandi (GK), Kadek Raditia Mahesa, Nur Hidayat, Firza Andika, Asnawi Mangku Alam, Firza Andika, Rafi Syarahil, Syahrian Abimayu, Egy Maulana Vikri (Hanis Saghara 88′), Witan Sulaiman, Saddil Ramdani (Muhammad Luthfi Kamal 90+3), Muhammad Rafli Nursalim (Tood Rivaldo Ferre 46′).

Malaysia U-19: Muhammad Azri (GK), Shivan Asokan, Muhammad Zahril, Muhammad Anwar, Nabil Hakkim, Muhammad Nurfais (Ahmad Tasnim 66′), Nik Akif. Syahiran, Muhammad Nizamuddin Jazi (Awang Muhammad 75′), Muhammad Hadi Fayyadh (Muhammad Zafuan 87′), Thivandaran Karnan, Muhammad Syaiful.

 

source: viva

Komentar