Viral, Oknum Polisi Aniaya Perempuan yang Diduga Mencuri di Minimarket

  • Whatsapp
Foto Screenshot Oknum Polisi Tendang Seorang Ibu Rumah Tangga di Minimarket di Pangkal Pinang yang Kini Jadi Viral di media sosial.

Smart News Tapanuli – Viral di media sosial sebuah video diduga oknum polisi menganiaya seorang perempuan dan anak kecil. Diduga peristiwa itu terjadi salah satu minimarket di Pangkalpinang, Babel.

Dalam video itu seorang pria mengenakan baju oranye bertulis Polisi, tiba-tiba menendang seorang perempuan yang diduga melakukan pencurian di minimarket tersebut.

Bacaan Lainnya

Pria itu tanpa ragu menendang wajah, kemudian memukul kepala wanita dengan alas kakinya, dan seorang anak pun tak luput dari sasaran amarahnya.

“Bawa ke mobil. Diam kamu,“ ujar oknum tersebut dengan nada tinggi dan kesal.

Padahal dalam video perempuan itu sudah minta ampun, “Jangan pak, ampun pak,” ucapnya sembari menangis.

Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun’im membenarkan, memang telah terjadi aksi pemukulan dilakukan salah seorang oknum perwira Polda Babel, terhadap pencuri yang diduga dilakukan seorang ibu di toko minimarket milik Y di Jl. Selindung Kota Pangkalpinang, Rabu 11 Juni 2018 sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saat itu, ada pemilik toko (memakai kaos polisi) melihat kejadian pencurian di tokonya. Kemudian Y bertanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan dan viral di medsos,” katanya melalui keterangan resmi kepada awak media di Pangkalpinang, Kamis malam (12/7/18).

Menurut Abdul Mun’im, saat ini karyawan toko milik Y telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polres Pangkalpinang untuk proses sidik, dan seorang ibu yang diduga melakukan pencurian sedang dalam pemeriksaan Satreskrim Polres Pangkalpinang.

“Terkait oknum sedang dilakukan pemeriksaan, pasalnya di dalam mini market ada si pemilik toko (bertuliskan polisi). Maka Bidpropam Polda Babel dipimpin Kabid Propam sedang melakukan lidik dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pangkalpinang,” jelas Mun’im. (oz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *