oleh

Kenapa Air Laut Asin dan Air Sungai Tawar? Begini Penjelasannya

Smart News Tapanuli – Siapapun yang pernah bermain ke pantai dan tercebur ke airnya, pasti mengetahui jika air laut asin. Semua orang juga tahu bahwa air di hujan, sungai dan bahkan es itu gak asin. Akan tetapi tahu kah Anda alasannya?

Dilansir dari utdallas.edu, inilah alasan kenapa air laut asin dan air sungai tawar!

Air hujan walaupun rasanya tawar tapi tetap mengandung garam walau jumlahnya sangat sedikit.

Saking sedikitnya sampai gak bisa terasa oleh kita. Pemrosesan air hujan inilah yang akhirnya menjadi air yang kita minum.. Air hujan yang melewati tanah dan bebatuan akan mengikutkan mineral dan membawanya ke laut.

Kandungan garam pada air sungai yang mengalir ke laut hanya sebagian kecil sekali dibandingkan garam di laut.

Untuk membuat kandungan garam tahunan air sungai yang mengalir ke laut sama dengan kandungan garam dalam air laut seluruhnya, dibutuhkan waktu sekitar 200-300 juta tahun.

Petunjuk lain tentang bagaimana air laut menjadi asin, ada pada fenomena Danau Great Salt dan Laut Mati.

Keduanya adalah danau air asin yang 10 kali lebih asin daripada air laut. Kenapa kedua danau ini lebih asin daripada kebanyakan danau lainnya di dunia? Danau pada umumnya merupakan persinggahan air sementara sebelum di bawa keluar oleh sungai yang lain.

Pada kasus kedua danau asin ini, jumlah sungai yang memasukinya ada banyak sekali sehingga membuatnya lebih asin. Ingat, bahwa kandungan garam pada air sungai sangat kecil sekali, tapi itu akan tetap terasa ketika semua sungai berkumpul di suatu titik.

Penyebab air laut menjadi asin pun gak hanya karena bawaan mineral dari banyaknya air sungai, tapi ada beberapa faktor lainnya.

Salah satu faktor lain penyebab air laut asin adalah ventilasi hidrothermal, sebuah tempat di dasar laut yang panas dan menyebabkan air melarutkan lebih banyak mineral kemudian kembali lagi ke laut.

Faktor lainnya adalah volkanisme bawah air, yang sistemnya sama, di mana panasnya menyebabkan air melarutkan lebih banyak mineral.

Kandungan garam pada air laut itu selalu stabil dari waktu ke waktu akibat siklus yang dijalaninya.

Sebagai kesimpulannya, kapan pun air bersinggungan dengan bebatuan baik di daratan maupun laut, beberapa mineral di batu tersebut larut dan dibawa air ke laut.

Kandungan garam pada air pada air laut gak akan berubah karena mineral-mineral baru terbentuk di dasar laut setara dengan jumlah garam yang bertambah. Sehingga kandungan garam di laut selalu tetap stabil dari waktu ke waktu. (idntimes)

Komentar