oleh

Pajero Sport Ngulah di Pantai Kahona, Sopirnya Nyaris Dimassa

Tapanuli Tengah – Wisatawan yang tadinya sedang asik menikmati panorama Pantai Kahona di Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara pada hari kedua liburan tahun baru, Rabu sore (2/1), panik dan berhamburan menyelamatkan diri dari pinggir pantai.

Pasalnya, mobil Pajero Sport BK 1616 RR tiba-tiba turun ke bibir pantai dan melaju kencang, sekitar pukul 17.00 WIB.

Padahal, saat itu pantai kahona sedang ramai pengunjung menunggu sinar matahari terbenam (sunset) di sebelah barat pantai.

Dengan kecepatan tinggi mobil sport ini melewati hempasan ombak, kemudian putar balik membuat pengunjung tersiram air laut.

Para pengunjung pun kesal dan marah-marah. Kemudian berusaha mengejar dengan mengendarai sepeda motor. Sebagian berlari mengejar mobil tersebut.  Hingga akhirnya, sial bagi pengemudi, mobil yang ia kemudikan terperosok di bibir pantai.

Beruntung emosi pengunjung pantai berhasil diredam, setelah Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Kahona, Canne Limbong menghampiri pengemudi pajero sport di belakang stirnya. Pengemudi mobil diketahui berinisial PS (25), asal Desa Pananggahan Kecamatan Barus Utara, Tapanuli Tengah.

“Mumpung Canne Limbong dapat segera menenangkan massa pengunjung pantai kahona. Kalau tidak, sopirnya akan dihajar massa,” sebut ibu paruh baya karena dia histeris melihat ulah pengemudi pajero sport itu.

Canne Limbong kepada wartawan mengaku terkejut melihat aksi mobil pajero sport yang mengulah melaju dengan kecepatan tinggi di bibir pantai kahona.

“Saya pun terkejut, kenapa bisa ini mobil masuk di kawasan pantai tempat pengunjung bermain ombak dan mandi air laut di pantai kahona. Masih beruntung tidak ada korban manusia ini,” ujar Canne.

Canne juga sangat menyesalkan insiden itu, karena sepeda motor pun dilarang masuk ke pinggir pantai. “Jangan mobil, sepeda motor pun kami larang masuk di areal pinggir pantai ini. Terutama saat hari libur karena bisa mengganggu keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Canne kesal.

Pada kesempatan itu, pengunjung pantai kahona sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah untuk menempatkan petugas keamanan di pantai indah Kahona.

“Kami sejak pukul 12.00 Wib tadi disini tidak ada melihat petugas keamanan pantai kahona ini. Jika ada petugas keamanan di pantai ini, nggak mungkin berani pengendara sepeda motor, dan pengemudi mobil masuk di areal berwisatanya pengunjung,” gerutu pengunjung.

Pengunjung lainnya juga mengungkapkan kata kesalnya, sembari menunjuk pengendara dan sepeda motor di bibir pantai kahona.

“Sepeda motor itu kan sangat mengganggu keamanan dan kenyaman pengunjung”. tukas mereka bersungut sungut. (ril)

Komentar