Ibu Ini Berjuang Mendapatkan Suaminya Kembali

  • Whatsapp
ERS (Foto: snt)

Sibolga – Seorang ibu berinisial ERS (44) tetap bersikukuh ingin mempertahankan keutuhan rumahtangganya, meski suaminya yang berinisial IRP (43) ngotot menggugat cerai dirinya ke Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, Sumatera Utara.

Ibu beranak dua itu mengaku tidak ingin berpisah, meski sudah 3 tahun ditinggalkan oleh suaminya. Dia akan terus berjuang untuk mendapatkan suaminya sehingga keluarga mereka bisa kembali seperti dulu lagi.

Bacaan Lainnya

“Kedua anak saya masih kecil dan sangat membutuhkan kasih sayang ayahnya. Saya khawatir, mental anak-anak kami jadi terganggu kalau saya dan suami berpisah. Maka, saya akan terus berjuang agar suami saya kembali,” ungkap ERS kepada wartawan, di Sibolga, Rabu 30 Januari 2019.

Diketahui, ERS dan suaminya IRP adalah pegawai ASN di Pemko Sibolga. ERS mengaku syok dan kecewa saat menerima gugatan cerai dari suaminya pada September 2018 silam. Sampai sekarang, keduanya sudah beberapa kali mengikuti proses persidangan di PN Sibolga, sejak Oktober 2018 lalu.

“Ironis, kenapa dia (IRP) yang meninggalkan kami, kemudian menggugat cerai pula. Saya tidak terima itu. Seandainya nanti pengadilan memutuskan kami harus bercerai, saya juga tidak akan menerima keputusan itu. Saya akan terus berjuang dengan mengajukan banding,” ucap ERS.

Dia menjelaskan, jauh hari sebelumnya persoalan yang menimpa rumahtangganya tersebut sudah pernah dia sampaikan kepada Kadis Pendidikan Kota Sibolga tempat suaminya (IRP) bekerja. Tetapi, tidak ada solusi yang didapatkan.

“Saya pernah datang dan meminta kepada Bapak Alpian Hutauruk (Kadis Pendidikan Kota Sibolga), supaya kami berdua dipanggil dan dipertemukan. Lantas, kenapa Kadis Pendidikan Kota Sibolga mengeluarkan rekomendasi gugatan cerai untuk suami saya (IRP), padahal kami berdua tidak pernah dipertemukan,” ujarnya.

PSSSI Boru Bere Sibolga-Tapteng Siap Mengawal

Sementara itu, Ketua Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru Bere (PSSSI) Sibolga-Tapteng, Pesta Marihot Tua Simanjuntak, menegaskan pihaknya siap mengawal ERS yang memilih untuk tetap mempertahankan keutuhan rumahtangganya dan tidak ingin berpisah dari suaminya.

Pria yang akrab disapa ‘Batak’ ini menambahkan, marga Simanjuntak itu ada tiga, yakni Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu.

“Kebetulan saya adalah Ketua Sitombuk, jadi saya yang mewakili ito kami ini. Kemudian utusan ketua-ketua sektor dan komisaris marga Simanjuntak juga ikut hadir di sini,” sebutnya.

“Sejak lama kami mendukung keputusan Ito (adik perempuan,red) kami ini yang tidak ingin bercerai dari suaminya. Karena sesuai ajaran agama kami memang melarang manusia bercerai semasa hidup, kecuali dipisahkan oleh kematian,” ujar Batak.

Menurut dia, bentuk dukungan tersebut sudah mereka buktikan dengan beberapa kali melakukan upaya mediasi bersama pihak-pihak keluarga yang terkait sejak tahun 2016 sampai 2017 yang lalu.

“Bahkan, kami dari Punguan Simanjuntak juga dipanggil sebagai saksi di persidangan. Kami terkejut, kenapa Ito kami yang ditinggalkan selama tiga tahun, malah digugat cerai pula,” tuturnya.

Dia juga berharap Kadis Pendidikan Kota Sibolga untuk meninjau kembali surat rekomendasi gugatan cerai yang diajukan IRP kepada Ito mereka (ERS). Karena ERS tetap bersikukuh tidak ingin berpisah (bercerai) dari suaminya.

“Kalau pun nanti hasilnya diputuskan cerai, maka kami akan mengajukan upaya banding. Akan kami kawal terus sampai kapan pun dan di mana pun. Karena kami tidak mau Ito kami diceraikan dengan alasan yang tidak benar,” tegas Batak. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *