oleh

Bonaran Tak Berkomentar saat Ditanya Soal Kasus yang Menjeratnya

Tapanuli Tengah – Mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang tak berkomentar ditanya wartawan saat tiba di Bandara FL Tobing Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Senin 11 Februari 2019 sekitar pukul 14.30 WIB.

Pantauan smartnewstapanuli.com, usai turun dari pesawat Wings Air ATR 72-500 setelah diterbangkan dari Bandara Kualanamu, tangan Bonaran Situmeang ditutupi handuk berwarna biru. Selanjutnya terus berjalan menuju pintu kedatangan bandara dengan pengawalan dari Polda Sumut dan Kejatisu.

Sejumlah awak media yang menunggu kedatangan mantan orang nomor satu di Tapteng itu di bandara tak berhasil mendapat jawaban dari Bonaran terkait kasus yang kini menjeratnya.

“Pak Bonaran, terkait kasus bapak ini bagaimana tanggapan bapak,” tanya seorang wartawan. Namun Bonaran hanya diam dan langsung masuk ke mobil patroli Polres Tapteng.

Sementara itu, ada lebih dari 10 orang yang mengaku guru honorer K2 yang merasa ditipu Bonaran, melakukan aksi di bandara. “Pak Bonaran kembalikan uang kami, kembalikan uang kami,” kata mereka.

Dari bandara, Bonaran selanjutnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga di Jalan Sutomo. Di kantor kejaksaan, Bonaran dimasukkan ke dalam ruangan Kasi Pidum.

Di kantor Kejaksaan Negeri Sibolga sekitar 1 jam, Bonaran kemudian di bawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Sibolga yang tidak jauh dari Jalan Tukka, Tapteng.

“Benar, sekitar jam 5 sore tadi, yang bersangkutan telah sampai di Lapas ini, Bonaran kita tempatkan di ruangan pengenalan,” ujar Kalapas Sibolga, Muliadi saat dikonfirmasi, Senin malam, 11 Februari 2019.

Untuk diketahui, setelah bebas dari Lapas Suka Miskin, Bonaran langsung ditangkap Polda Sumut pada 16 Oktober 2018 dan menjadi tahanan Poldasu. Bonaran terjerat hukum dalam kasus dugaan penipuan penerimaan CPNS. Kasus itu terjadi pada 2014 saat dia menjabat Bupati Tapteng.

Sebelumnya, Kajari Sibolga Timbul Pasaribu mengatakan, penyidik Polda Sumut membawa Bonaran Situmeang ke Sibolga untuk tahap dua dalam berkas perkara tahun 2014, dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sibolga.

“Yang melakukan penelitian adalah Kejatisu. Perkara ini sudah P21, dan sudah diserahkan ke kita. Segera dilimpahkan ke PN Sibolga untuk disidangkan,” ungkap Timbul Pasaribu kepada wartawan di kantornya.

Pasal yang dikenakan yakni, 378 dan 372, tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan, kemudian terkait pasal 4 UU nomor 8/2010, tentang money loundry.

Timbul mengatakan, pelimpahan berkas ke Sibolga karena daerah hukumnya di sini dan saksinya juga di sini. Kejari Sibolga memiliki batas masa penahanan terhadap Bonaran Situmeang, hingga 2 Maret 2019, dan ditargetkan sebelum tanggal tersebut, kasus ini sudah disidangkan.

Timbul memastikan, perkara ini murni dari hasil laporan masyarakat dan pihaknya tidak ada diintervensi oleh pihak manapun. (snt)

Loading...

Komentar