oleh

Ratusan Rumah Porak Poranda Akibat Ledakan Bom di Sibolga

Sibolga – Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori mengunjungi lokasi ledakan bom di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga, Sumut, Jumat 15 Maret 2019.

Menurut Jamil, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) masih melakukan olah TKP di antara puing-puing ratusan rumah yang porak poranda akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan istri terduga teroris Abu Hamzah alias Husein alias Uppang, dini hari sekira pukul 01.25 WIB, Rabu 3 Maret 2019, yang lalu.

“Saat di lokasi, kami juga melihat petugas dari tim Inafis menemukan 4 potongan tubuh manusia yang sudah berulat,” kata Jamil didampingi anggota DPRD Sibolga, Syarifuddin Lubis (Lian), di gedung DPRD Sibolga.

Jamil mengaku sangat sedih dan prihatin melihat warga yang rumahnya porak poranda pascaledakan bom tersebut.

“Saya belum pernah melihat kepiluan ini sebelumnya. Kota Sibolga yang disebut Negeri Berbilang Kaum Perekat Umat Beragama, bisa terjadi hal demikian, apalagi pelakunya adalah warga Sibolga sendiri,” ungkapnya.

Ketua Golkar Sibolga itu menjelaskan, Pemerintah Kota Sibolga sudah mendirikan posko penanganan bagi warga yang terdampak ledakan bom. Posko didirikan di dua titik, yakni di Jalan Cendrawasih dan Jalan KH Ahmad Dahlan.

“Cuma kita berharap posko ini dapat disatukan dan ditempatkan di Jalan Cendrawasih dekat Masjid, sehingga warga bisa berkumpul dan beribadah, MCK juga lebih dekat,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemko Sibolga sudah menyalurkan bantuan logistik seperti beras, telur dan bahan makanan lainnya. Diharapkan, Pemko menyiapkan bantuan materi antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per rumah tangga sesuai Perda.

“Kita juga akan mengusulkan bantuan dari Kementerian Sosial. Seperti korban kebakaran di Pasar Belakang yang mendapat bantuan sebesar Rp15 juta per Kepala Keluarga,” imbuhnya.

Pemko Sibolga juga diharapkan berupaya memberi bantuan langsung kepada warga yang terdampak agar mereka dapat segera bisa mencari rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita berharap ada bantuan pendahuluan dari Pemko Sibolga yang tidak melanggar ketentuan, sehingga warga bisa segera terbantu. Kita juga serukan kepada pihak Perbankan dan BUMN bisa menyalurkan bantuannya,” ujar Jamil.

Jamil juga meminta kepada tokoh agama untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak ikut terpengaruh paham radikalisme. Warga juga diminta hanya mengikuti organisasi yang berdasarkan Pancasila.

Lurah Pancuran Bambu, Wahyu Aulia Siregar yang dihubungi terpisah menerangkan, data sementara ada sekitar 151 rumah rusak akibat ledakan bom.

“Jumlah rumah yang didata sampai saat ini sebanyak 151 rusak ringan dan berat. Tim masih terus bekerja melakukan pendataan,” kata Wahyu Aulia Siregar. (ril)

Loading...

Komentar