oleh

Rumah Kontrakan dan Kos-kosan Dirazia, 5 Orang Pendatang Diamankan, Lihat Videonya

Sibolga – Lima orang warga pendatang di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), diamankan dari beberapa tempat, Senin (18/3/2019). Kelima orang tersebut diamankan oleh aparat Kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas di kawasan Gang Serumpun Jalan Sutomo, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga, karena tidak memiliki bukti identitas diri.

Lurah Simaremare, Mahmud Tanjung, mengatakan kelima orang warga pendatang yang diamankan ini tercatat tidak masuk dalam daftar keamanan negara/nasional. Mereka hanyalah warga biasa dan sudah dibawa ke kantor kelurahan untuk diperiksa dan didata sekaligus diperbuat surat pernyataan.

“Kelima orang yang kita amankan itu, empat orang diantaranya adalah wanita dan seorang pria. Cuma satu dari empat wanita itu, ditemukan dalam satu tempat kos bersama dengan seorang teman prianya dan mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan suami istri (Pasutri),” kata Mahmud kepada wartawan usai melakukan razia di sejumlah rumah kontrakan dan kos-kosan di kawasan Gang Serumpun di Jalan Sutomo, Kota Sibolga.

Mahmud mengakui, pengamanan warga di wilayahnya terkait dengan aksi terorisme yang baru saja terjadi di Kota Sibolga. Sekaligus juga meneruskan instruksi lisan Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk, kepada setiap aparat Kelurahan dan Lingkungan se Kota Sibolga untuk melihat dan mendata setiap warga pendatang dan orang yang dicurigai di daerah masing-masing. Hal itu dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman.

“Maka itu kita turun melakukan pendataan khususnya di rumah rumah-rumah kontrakan dan kos-kosan. Ini dalam rangka menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban di wilayah Kelurahan Simare-mare agar tidak terjadi seperti di Kelurahan Pancuran Bambu beberapa waktu lalu itu,” imbuhnya. Tonton videonya DISINI.

Pihaknya juga telah mendata setiap rumah kontrakan dan pemiliknya. Sekaligus juga memberikan surat pernyataan kepada para pemilik rumah kontrakan/kos-kosan agar tidak memberikan kontrakan kepada orang yang tidak memiliki bukti identitas diri jelas.

“Bahkan dalam upaya ketentraman dan ketertiban ini, selain orang, kita juga memeriksa setiap benda atau barang seperti kotak-kotak yang kita curigai agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (snt)

Loading...

Komentar