oleh

Dua Wanita Berparas Cantik Ini Dibawa ke Kantor Lurah, Ngapain?

Sibolga – Dari lima orang pendatang yang diamankan aparat kelurahan dari rumah kontrakan dan kos-kosan di kawasan Jalan Sutomo Gang Serumpun, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga, Senin (18/3/2019) kemarin, empat orang diantaranya wanita, seorang pria.

Kepada SmartNews di lokasi, mereka mengaku ada yang baru 1 hari datang dari luar daerah, ada pula yang sudah lebih dari 2 bulan.

“Baru semalam (Minggu 17/3/2019) saya sampai di sini, dari Padangsidimpuan,” ujar seorang wanita berparas cantik yang mengenakan pakaian berwarna kuning.

Sementara wanita lainnya yang mengenakan baju hitam mengaku dirinya sudah menganggap sebagai warga Kota Sibolga.

“Aku udah lama di sini. Udah termasuk mau orang sininya awak dah. Karena belum adanya rumahku di sini. Udah lama aku di sini, mengontrak di situ,” ujar dia.

Dia mengaku, orangtuanya tetap datang dari luar daerah untuk menjenguknya di rumah yang ia kontrak di kawasan jalan Sutomo Gang Serumpun, Simaremare, Sibolga. “Tapi orangtua datang juga, bukannya gak punya keluarga awak dah,” kata dia.

Ditanya soal identitas, wanita berkulit sawo matang itu mengaku memilikinya. “Ada, lengkap. Karna sama dia ini (menunjuk seorang pria di depannya). Dia datang tadi pagi, karna mau nengok kerjaan itu kan ke arah Pandan. Jadi dia datang. Trus karna ditengok karna berdua sama laki-laki itu bang,” tuturnya.

Dari lokasi, kelima orang pendatang tersebut dibawa ke Kantor Lurah Simaremare untuk dilakukan pendataan.
Kepada wartawan, Lurah Simaremare Mahmud Tanjung mengatakan, saat dirazia di salah satu rumah kontrakan, pihaknya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas menemukan seorang pria bersama wanita. Namun setelah dicek, tidak memiliki bukti identitas diri.

“Kelima orang yang kita amankan itu, empat orang diantaranya adalah wanita dan seorang pria. Cuma satu dari empat wanita itu, ditemukan dalam satu tempat kontrakan bersama dengan seorang teman prianya dan mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan suami istri (Pasutri),” kata Mahmud kepada wartawan usai melakukan razia di sejumlah rumah kontrakan dan kos-kosan di kawasan Gang Serumpun di Jalan Sutomo, Kota Sibolga, kemarin.

Mahmud mengakui, pengamanan warga di wilayahnya terkait dengan aksi terorisme yang baru saja terjadi di Kota Sibolga. Sekaligus juga meneruskan instruksi lisan Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk, kepada setiap aparat Kelurahan dan Lingkungan se Kota Sibolga untuk melihat dan mendata setiap warga pendatang dan orang yang dicurigai di daerah masing-masing. Hal itu dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman.

“Maka itu kita turun melakukan pendataan khususnya di rumah rumah-rumah kontrakan dan kos-kosan. Ini dalam rangka menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban di wilayah Kelurahan Simare-mare agar tidak terjadi seperti di Kelurahan Pancuran Bambu beberapa waktu lalu itu,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah mendata setiap rumah kontrakan dan pemiliknya. Sekaligus juga memberikan surat pernyataan kepada para pemilik rumah kontrakan/kos-kosan agar tidak memberikan kontrakan kepada orang yang tidak memiliki bukti identitas diri jelas.

“Bahkan dalam upaya ketentraman dan ketertiban ini, selain orang, kita juga memeriksa setiap benda atau barang seperti kotak-kotak yang kita curigai agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Menurut Mahmud, kelima orang pendatang itu mengaku datang ke Kota Sibolga dari berbagai daerah. yakni dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Tapanuli Tengah dan dari Medan untuk mencari pekerjaan. “Ada juga diantara mereka yang diamankan mengaku bekerja di tempat hiburan malam,” pungkasnya.  (snt)

Loading...

Komentar