Dirut Trans Continent Ikuti Business and Investor Forum di Sydney

  • Whatsapp
Dirut Trans Continent Ismail Rasyid bersama Mr. Cristiarto Legowo, Sydney Consulat Mr. Heru Hartanto, dan Vice Rektor of Universitas Pattimura. (foto: istimewa)

Sibolga – Dirut Trans Continent Ismail Rasyid mengikuti pertemuan Business and Investor Forum yang diinisiasi Basudara Maluku Global (BMG), bekerja sama dengan KBRI Canberra, KJRI Sydney, dan KJRI Melbourne.

Forum bisnis dan temu investor bertema “Focus Eastern Indonesia” ini berlangsung dua hari di Sydney Australia, sejak Kamis-Jumat (21-22/3/2019).

Bacaan Lainnya

Acara ini mempertemukan para investor Australia yang siap berinvestasi di kawasan Timur Indonesia, mengingat hubungan kerja sama Australia dan Indonesia saat ini pada posisi yang sangat baik.

Forum ini juga menghadirkan 11 Gubernur, 17 Walikota dan 151 Bupati, di antaranya dari Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Menurut Ismail Rasyid, forum bisnis ini fokus membahas 7 sektor, yaitu energi (pertambangan dan renewable energy), pendidikan dan pelatihan vokasi.

Juga pariwisata, perikanan dan kekayaan laut, waste management, pertanian/peternakan (rempah-rempah, cattle dan dairy industry) serta konektivitas dan infrastruktur.

Bos perusahaan swasta nasional di bidang jasa transportasi, logistik, pertambangan, minyak, kargo dan pengangkutan B3 ini pun merasa tertarik untuk berinvestasi.

“Para investor yang diundang diseleksi sesuai bidang industri, dan saya tertarik mengikuti forum ini serta berniat juga untuk berinvestasi,” ujar Ismail Rasyid lewat sambungan telepon, Sabtu (23/3/2019).

Dijelaskan, Basudara Maluku Global (BMG) adalah jaringan masyarakat Maluku yang peduli akan kemakmuran masyarakat Maluku, sebuah daerah yang diberkati dengan sepotong surga di bumi.

“BMG dibentuk untuk membantu mempercepat, dan merangsang pembangunan Maluku dengan memajukan manfaat sumber daya laut dan pulau melalui investasi, industri hijau dan inovatif komersial,” katanya. (ril-snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *