oleh

John Mayer di Indonesia: ‘Your Body is Wonderland’

SmartNews – Indonesia Convention Center (ICE) BSD Tangerang Selatan, mendadak dipenuhi orang dari berbagai penjuru pada Jumat (5/4/2019). Penonton hadir sejak siang, namun semakin menjelang malam orang-orang terus berdatangan.

Kedatangan mereka ke gedung serbaguna yang terletak di kota penyangga Jakarta bagian Selatan itu bukan tanpa alasan. Mereka hendak menyaksikan penampilan John Mayer, musisi brilian yang telah lama dinanti-nanti.

Pria kelahiran 16 Oktober 1977 itu untuk pertama kalinya menggelar konser di Indonesia. Kendati sebelumnya pernah tampil di Bali dalam sebuah resepsi pernikahan. Namun kali ini lain. Ia akan tampil di hadapan sejumlah penggemarnya yang telah berjibaku membeli tiket yang ludes dalam sekejap meski harganya tak dapat dikatakan murah.

Penantian panjang akhirnya terbayar saat pukul 20.00 WIB, sang bintang yang ditunggu malam itu naik panggung. ‘Belief’ menjadi lagu pertama yang dibawakan.

John Mayer adalah bintang utama di panggung malam hari itu, namun alih-alih tampil bagai musisi kenamaan pada umumnya dengan kostum mewah, ia tampil layaknya ‘manusia biasa’. Malam itu, ia hanya mengenakan kaus polos berwarna hijau dan celana jeans.

Dirinya seakan ingin menampilkan pribadinya apa adanya sebagai manusia yang bisa terjamah, namun tetap piawai dan apik dalam bermusik. Menjadi manusia dan tidak tampil bak ‘dewa musik’ yang berjarak namun tetap disegani memang menjadi keahilan John Mayer.

Dari lirik sejumlah lagu yang ia tulis kerap kali menggambarkan pria yang merasa gelisah dan kesepian di tengah popularitas yang ia miliki. Bukankah hal itu menggambarkan bahwa sang bintang juga kerap merasa hal sama dengan penggemarnya?

Meski tampil kasual, John Mayer tetap menjadi bintang utama malam hari itu. Kehadirannya disambut hangat oleh teriakan histeris para penggemarnya yang telah lama menantikannya. Ia pun berhasil tampil prima membawakan lagu demi lagu yang nyaris selalu berhasil membuat penonton ikut bersenandung.

Setelah ‘Belief’, ia langsung membawakan ‘Helpless’ dan ‘Love On the Weekend’. “Selamat malam Jakarta, apa kabar?” sapanya pada para penonton yang hadir.

“Terima kasih telah menjadi orang-orang yang penuh cinta dari tahun ke tahun, dan sekarang di sini lah kita,” ungkapnya. Sapaan sederhana itu kemudian disambut meriah oleh penonton.

‘Moving On and Getting Over’, ‘Queen of California’, ‘Something Like Olivia’ hingga ‘Clarity’ menjadi lagu yang menghibur para penonton di sepanjang pertunjukan.

Sebelum tampil di konsernya, John Mayer meminta para penggemarnya memilih lagu mana yang ingin mereka dengar lewat fitur voting di Instagram. Lagu yang ia tawarkan adalah ‘Edge of Desire’ dan ‘Dreaming With a Broken Heart’. Ternyata lagu yang penonton Indonesia pilih adalah ‘Edge of Desire’.

“Lagu selanjutnya sebanyak 51% dipilih dan ini akan membuat kalian senang,” ujarnya kemudian mengungkapkan lagu satunya lagi memperoleh 49% prosentasi. Ia pun kemudian membawakan lagu pilihan tersebut.

Apapun yang dilakukan oleh John Mayer pasti menarik perhatian, mulai dari dirinya yang mengacungkan dua jempolnya ke arah penonton, membuat ekspresi lucu, dan kaget saat penonton begitu keras menerikkan namanya, hingga mengganti gitarnya berkali-kali. Segala gerak geriknya menjadi hal yang enggan dilewatkan penonton.

Kemudian ia menutup sesi pertama dengan lagu ‘Waiting On the World to Change’ yang sukses membuat penonton bernyanyi, merekam momen itu hingga bergerak mengikuti nada.”Kami akan kembali dalam waktu beberapa menit,” pamitnya mengawali masa istirahat 15 menit.

John Mayer membuka sesi kedua dengan sapaan singkat yang langsung membuat penonton berteriak, “Halo baby,” dan kemudian membawakan ‘XO’ dan ‘Your Body is Wonderland’.

Sudah diduga, dua lagu populer itu berhasil membuat para penonton bernyanyi dan tergerak untuk mengabadikan momen tersebut melalui ponsel pintar mereka.

‘Neon’, ‘In Your Atmosphere’, ‘Vultures’ hingga ‘Rosie’ menjadi lagu yang dibawakannya berturut-turut. Ia kemudian memperkenalkan salah satu pemain musik pengiringnya yang bernama David.

David lalu menyanyikan sepenggal lagu. John Mayer tampak menghilang sesaat. Rupanya hal itu merupakan pembuka dari lagu ‘Slow Dancing in a Burning Room’. Saat kembali ke panggung, John Mayer tampak mengenakan bandana. Sontak hal itu mengundang histeria para penonton.

‘If I Ever Get Around to Living’ dan ‘Stop This Train’ menjadi lagu selanjutnya yang ia bawakan. “Terima kasih banyak, rasanya saya tidak mau berpisah dengan kalian, kita melewati waktu yang menyenangkan, bukan?” ujarnya.

“Tapi saya masih memiliki beberapa lagu lagi untuk dibawakan,” ucapnya kemudian membuka bandananya. Ia kemudian memperkenalkan satu persatu para pemain musik pengiringnya. ‘In the Blood’ dan ‘Dear Marie’ pun ia nyanyikan setelahnya.

Encore selalu menjadi jurus penutup dari sejumlah konser. Kadang jurus tersebut terasa menjemukan sebab penonton sudah dapat menebak apa yang terjadi. Namun di tangan John Mayer, jurus tersebut justru menjadi begitu jitu.

Ia sempat menghilang ke balik panggung bersama sejumlah pemusik pengiringnya. Lampu panggung sempat redup. Namun sejumlah penonton secara kompak berteriak meminta sang idola kembali.

Di tengah-tengah penantian penonton, denting piano pun mulai terdengar. Rupanya John Mayer tengah duduk di hadapan kibor. Ia kemudian menyanyikan ‘You’re Gonna Live Forever in Me’ yang nelangsa namun romantis.

Sejumlah penonton pun seakan hanyut oleh suasana. Usai membawakan lagu nelangsa romantis, John Mayer pun mengajak penonton berjoget dengan lagu ‘New Light’. Tentunya semua bersemangat menyambut lagu tersebut.

Malam itu ditutup secara manis oleh John Mayer dengan dibawakannya ‘Gravity’. Tanpa diperintah, para penonton menyalakan flashlight di ponselnya. Dengan syahdu, sang idola pun mengakhiri konsernya malam itu.

Tampil nyaris tanpa cela, John Mayer seakan menyentuh hati siapa saja yang menontonnya malam itu. Ia juga mencuri hati penggemarnya sampai makin jatuh hati padanya. (dtc)

Loading...

Komentar