7 Hari Operasi SAR, Dewi dan Yumi Belum Ditemukan

  • Whatsapp
Tim SAR Melakukan Pencarian di Lokasi Jatuhnya Dua Wanita yang Mengendarai Sepeda Motor di Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu 30 Juni 2019.

SmartNews, Taput – Mengakhiri Operasi SAR (hari ke-7), Minggu (30/6/2019), Tim SAR melakukan pencarian di lokasi jatuhnya 2 wanita ke sungai aek bilah di Desa Lotung Jae, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut).

Dengan menggunakan tali dan sling, Tim SAR turun ke sungai. “Namun kedua korban, Dewi Ritonga (30) dan Yumi boru Pasaribu (16) warga Desa Lotung Jae I, Kecamatan Garoga, Tapanuli Utara tidak ditemukan,” ujar Koordinator Pos SAR Sibolga, Harry Susanto kepada SmartNews, Minggu sore.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan SAR Mission Coordinator (SMC) Toto Mulyuno,S.E, M.M dan OSC selaku Kepala Seksi Operasi SAR M Agus Wibisono S mengatakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Basarnas telah pencarian selama 7 hari.

“Tim kita selama 7 hari telah berupaya secara maksimal dan penuh perhitungan safety dalam pencarian kedua korban,” sebut Toto Mulyuno.

“Pencarian sudah dilakukan dengan Tim SAR Gabungan cukup menguras tenaga dikarenakan Medan yang sangat sulit sekali, curam, terjal, bebatuan dan kemiringan tebing, serta arus yang deras,” jelasnya.

Lanjut Toto Mulyuno, Tim SAR tetap berkoordinasi dengan Camat Garoga, kepolisian dan pihak keluarga serta aparat desa untuk dilakukan pemantauan.

“Apabila di kemudian hari di temukan tanda-tanda korban yang lebih akurat, maka Operasi SAR akan di buka kembali,” imbuhnya.

Keluarga korban, Camat, Kapolsek dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan ucapan mengucapkan terimakasih kepada Basarnas yang sudah bekerja selama 7 hari dengan maksimal.

Selama 7 hari, Tim SAR gabungan telah berupaya melakukan pencarian dengan metode scouting darat dengan menyisir pinggiran sungai hingga belasan kilometer dari lokasi korban jatuh. Namun keberadaan kedua wanita itu tidak ditemukan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua korban jatuh ke sungai aek bilah sedalam puluhan meter bersama sepeda motor yang mereka kendarai setelah hilang kendali karena melaju dengan kecepatan tinggi, pada Senin 24 Juni 2019.

Korban pengendara sepeda motor ngerem mendadak saat melaju kencang di tikungan, hingga kemudian terjun bebas dari jembatan ke dalam sungai aek bilah. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *