FKBN Tapanuli Tengah Peduli, Nurliani Hasugian Dibawa ke Rumah Singgah Dinsos

  • Whatsapp
Nurliani Hasugian Saat Akan Meninggalkan Kediamannya untuk Dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Tapteng di RSUD Pandan, Selasa 23 Juli 2019.

SmartNews, Manduamas – Nurliani Hasugian ibu almarhum Ikbal Pasaribu warga Kelurahan PO Manduamas, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah dibawa dari kediamannya menuju Rumah Singgah Dinas Sosial di RSUD Pandan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN) Tapanuli Tengah, Destriono Rajagukguk kepada SmartNews, Selasa (23/7/2019).

Bacaan Lainnya

“Mereka sudah berangkat naik ambulans Puskesmas Manduamas, didampingi 1 orang perawat, dan tiga orang keluarga. Ibu itu katanya semangat ingin berobat,” kata Destriono.

Menurutnya, upaya pengobatan yang akan dilakukan terhadap Nurliani Hasugian karena ibu delapan anak itu mengalami gangguan jiwa, sehingga anak-anaknya kurang perhatian dari ibunya, apalagi telah ditinggal pergi ayah mereka.

“Selaku Ketua FKBN dan jajaran, jiwa sosial kami terpanggil untuk memperjuangkan pengobatan terhadap Nurliani. Jadi kemarin saya urus di Dinas Sosial Tapteng, bagaimana agar ibu ini bisa segera mendapat penanganan secara medis,” ungkap Destriono.

Kerjasama ini, lanjut Destriono juga melibatkan pihak Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas Manduamas.

“Sehingga terselesaikan administrasi untuk membawa Nurliani Hasugian untuk proses penanganan,” ujarnya.

Dia juga menyebut kartu BPJS Nurliani Hasugian sedang dalam pengurusan. “Jika BPJS nya selesai kami urus, Nurliani Hasugian akan direhabilitasi ataupun pengobatan,” jelasnya.

Terlaksananya penanganan terhadap Nurliani Hasugian, lanjut Destriono, setelah ia meminta Kepala Dinas Sosial Tapteng untuk memberikan perhatian.

“Pak Parulian Sojuangon Panggabean selaku Kepala Dinas Sosial Tapteng langsung tanggap dan bereaksi cepat. Jadi saya bersama keluarga FKBN mengurus segala administrasi,” ucapnya.

Ketua FKBN Sirandorung Marwan Siregar Bersama Pihak Puskesmas Manduamas.

Selain itu, Destriono juga mengusulkan agar Pemkab Tapanuli Tengah memberikan perhatian atas meninggalnya Ikbal Pasaribu. Karena keluarga almarhum terhimpit ekonomi.

“Dinas Sosial Tapteng juga akan memberikan santunan kematian untuk keluarga almarhum Ikbal Pasaribu sebesar Rp1 juta, namun administrasinya masih dalam pengurusan,” pungkasnya.

Nurliani Hasugian dikabarkan mengalami gangguan jiwa selama tiga tahun terakhir. Sebelah kaki Nurliani harus dirantai di dapur rumah setelah ada kesepakatan dari keluarga, karena tingkahnya dianggap mengganggu warga sekitar selama ini. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *