Jelang Pilkada 2020, Pardo Sihite Bantah Bakal Berpasangan dengan Petahana

  • Whatsapp
Foto:  Pardo Sihite menyampaikan berkas pendaftaran kepada Partai NasDem Humbahas. (Foto: AND)

SmartNews, Dolok Sanggul – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, komunikasi politik dan lobbi partai sudah tercium. Bahkan dari sejumlah nama yang muncul sebagai kandidat Bacabup Humbang Hasundutan (Humbahas) sudah mulai melirik Bawacabup yang siap bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Pardo Sihite, tokoh muda dan energik dari komunitas marga Siraja Oloan (SRO) bahkan digadang dan diisukan bakal mendampingi kandidat Patahana Dosmar Banjarnahor dalam Pilkada 2020.

Bacaan Lainnya

Selain muda, energik dan mapan dari kelompok milenial, Pardo dinilai ditopang komunitas marga yang diperhitungkan di Humbahas.

Namun saat isu tadi dikonfrontir wartawan, Pardo Sihite justru menyampaikan klarifikasi dan membantah dirinya bakal berpasangan dengan kandidat Patahana, Dosmar Banjarnahor.

ASN yang masih aktif di salah satu Kabupaten di Sumut itu menjelaskan, terkait Pilkada, dirinya belum ada melakukan komunikasi politik dengan Dosmar Banjarnahor. Namun sebagaimana prinsip politik yang selalu dinamis, Pardo pun tidak menutup kemungkinan.

“Sampai sekarang belum ada komunikasi politik dengan Dosmar. Namun politik itu dinamis, sehingga kita tidak menutup kemungkinan untuk itu dan membuka ruang sepanjang komitmennya memajukan Humbahas,” tegas Pardo disela pengembalikan formulir pendaftaran, Bacabup di Kantor Partai NasDem, Jumat (18/10/2019)
Sebagai putra Humbahas, menurut Pardo, program Pertanian dan Pariwisata merupakan potensi di daerah itu.

Selanjutnya, Peternakan tanpa mengabaikan potensi lainnya. “Semua potensi ini harus digali dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM), sehingga kemajuan Humbahas itu dapat tercapai,” ungkapnya.

Pardo menguraikan, motivasi memberikan perhatian ke Humbahas didasari hati, cinta dan kasih ke tanah leluhur, Humbahas.

“Orang yang mencintai, mengasihi bisa berbuat dari birokrasi atau dari jalur yang lain. Saya dari jalur birokrasi, dengan cinta yang tulus memberikan hati untuk kemajuan Humbahas. Dari sisi pendapatan per kapita yang maju dan berbahagia,” ujarnya.

Disinggung bahwa cinta tadi didorong dukungan komunitas marga, Pardo menjelaskan, bahwa dukungan mencintai Humbahas tetap didasari dari hati.

“Yang ada dukungan person (pribadi) dari hati. Apapun dukungan itu baik dari lintas marga dan komunitas marga dan semua elemen masyarakat, kalau hati tidak mau, sama saja nol. Jadi ini, dasarnya murni dari hati. Ditambah dukungan dari komunitas marga SRO juga lintas marga lainnya,” tukasnya.

Memantapkan langkahnya sebagai Bacabup, Pardo akan membangun komunikasi kepada semua lembaga masyarakat serta partai politik.

“Orang miskin dan kaya tetap kita komunikasi. Kita tahu, orang kaya dapat mempengaruhi. Namun orang kaya hanya dapat memberikan satu hak suara dalam Pemilu. Jadi semua sama. Demikian juga partai besar dan kecil tidak kita bedakan. Bahkan partai yang tidak memiliki kursi di DPRD akan kita rangkul dan jalin komunikasi untuk memajukan Humbahas ,” pungkasnya.

Disoal dukungan finansial dalam Pilkada serentak, Pardo malah yakin NasDem itu memberikan dukungan tanpa mahar.

“Saya yakin, di daerah hingga DPP, NasDem itu memberikan dukungan politik tanpa mahar. Terkait, cost politik dalam Pilkada, sepanjang kita berpikir positif, hal itu wajar. Dan mungkin semua kandidat sudah menyiapkan cost politik untuk pesta Demokrasi,” tutupnya. (AND)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *